[Company Logo Image]           


Home 沿革と信念 テーブル オブ コンテンツ FAQ
FAQ

 




VCD Juntak




Dobermann


Durian Juntak の FAQ:
 
 

Q:  Apakah ada arti tertentu dari nama Durian Juntak?
A:  Juntak adalah penggalan dari Simanjuntak. Simanjuntak adalah nama keluarga
     atau marga dari suku atau etnik Batak Tapanuli. Di kalangan etnik itu memang
     sering juga orang yang bermarga Simanjuntak disapa “Juntak” saja. Kebun ini
     didirikan, dikelola, dibiayai, dan dimiliki oleh keluarga Simanjuntak dan
     Ir. Midian Simanjuntak, MBA sebagai kepala keluarga kami.

Q:  Bagaimana riwayat singkat keberadaan Durian Juntak ini?
A:  Berkebun durian sudah menjadi obsessi Midian Simanjuntak sejak kuliah di
     Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Orangtuanya memiliki 15 pohon
     durian kampung di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten
     Simalungun, Sumatera Utara. Sejak masih kanak-kanak, dia sudah ikut
     menemani ayahnya menjaga 15 pohon durian selama musim panen. Bila
     ada durian yang jatuh, biar tengah malam atau di pagi buta, dia harus
     bergegas memungutnya, takut diambil oleh orang lain. Di pagi hari, akan
     terasa nikmat sekali baginya menyantap nasi ketan dicampur durian sebagai
     sarapan. Hasil penjualan durian sangat berarti bagi keadaan finansial keluarga,
     bahkan tidak jarang cukup untuk membiayai pengeluaran Midian Simanjuntak
     ketika kuliah di Bogor (1963 – 1969). Dari pengalaman itu dan kemudian melihat
     harga durian di Jakarta lebih dari 5 kali lipat dari harga penjualan ayahnya, dia
     yakin bahwa berkebun durian sangatlah menguntungkan. Sejak itulah timbul
     keinginannya untuk memiliki kebun durian yang tidak terlalu jauh dari Jakarta.
     Tujuh bulan bekerja di Departemen Pertanian RI tidak memberikan harapan
     akan dapat mewujudkan obsessinya, dan pada saat itu dia menyadari pula
     bahwa bekerja di kantor kurang positif bagi kesehatan jasmani. Dia pindah
     ke BRI, yang memberikan gaji yang lebih tinggi (Oktober 1970) dan
     memungkinkan menabung untuk membeli tanah. Pada tahun 1981, ketika Midian
     Simanjuntak menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang BRI di Surabaya, mulailah
     dia membeli 5 ha tanah di Cariu dengan harga hanya Rp 5 juta. Pada masa itu,
     daerah Cariu masih merupakan daerah yang terisolasi, sehingga harga tanah
     amat murah. Oleh karena dia tinggal di Surabaya, maka pembukaan lahan dan
     penanaman durian belum dapat dilakukan. Januari 1983 dia diberangkatkan oleh
     BRI mengikuti program MBA di University of Oregon, Eugene (USA), dan disusul
     oleh magang (internship) di Irving Trust Bank (New York City) selama 6 bulan.
     Bulan Desember 1985 baru kembali ke Jakarta, dan mulailah mempersiapkan
     pembukaan kebun durian. Uji-coba dimulai di Bekasi pada tahun 1986 di atas
     tanah seluas 1,2 HA. Tahun berikutnya menyusul penanaman di Cariu, sekitar
     10 HA. Oleh karena Midian Simanjuntak masih terikat pada BRI dan sering
     dipindah, maka pengelolaan kebun diserahkan kepada orang lain, yang ternyata
     tidak memiliki kemauan dan kemampuan yang cukup untuk menanggulangi
     berbagai masalah kebun durian (khususnya jenis Monthong yang amat diminati
     oleh banyak hama dan penyakit). Tingkat kematian pohon durian amat tinggi,
     sekitar 50 persen setahun. Dari 951 bibit yang ditanam pada tahun 1987,
     dalam 10 tahun tinggal hanya 178 pohon. Secara reguler penyulaman terus
     dilakukan sehingga menguras kantong karena harga bibit pada waktu itu cukup
     mahal (sekitar US$15, untuk sebesar bibit yang sekarang kami jual Rp 25,000).
     Barulah pada pertengahan tahun 2001, pengelolaan kebun Cariu sepenuhnya
     ditangani oleh Midian Simanjuntak.  Berkat penelitian yang kuat, kami telah
     mencapai level pengetahuan, dan profesionalisme yang sekarang.  Luas
     lahan juga sudah meningkat hingga 25 hektare.

Q:  Apa saja buah yang dihasilkan oleh kebun Durian Juntak? Apakah hanya durian?
A:  Tanaman utama di kebun Durian Juntak, di atas lahan 25 hektare, saat ini
     memang durian, sebanyak 2517 pohon. Pada tahun pertama penanaman (1987),
     banyak juga kami tanam lengkeng Bangkok (dalam bahasa Thailand disebut
     lamya dan dalam bahasa Inggris disebut longan) dan rambutan Rafiah. Tetapi
     pada tahun 2002 sebagian kami ganti dengan durian, sehingga yang sisa
     sekarang hanya 106 pohon lengkeng dan 33 pohon rambutan Rafiah. Berbagai
     tanaman buah lainnya juga ada, seperti avocado, jambu air, jambu biji, mangga,
     jeruk bali, nangka, kedondong, manggis, belimbing dan sawo tetapi
     hanyalah untuk konsumsi sendiri dan bukan untuk tujuan komersial.

Q:  Selain menanam durian jenis (kultivar) Monthong, apakah Durian Juntak
         juga menanam durian jenis lain?
A:  Tidak. Kami hanya mengkhususkan diri menanam durian Monthong, yang
     berasal dari Thailand dan memiliki arti “bantal emas” atau golden pillow. Dari
     pengamatan kami di berbagai tempat di beberapa negara dan berbagai
     publikasi yang pernah kami baca, durian Monthong merupakan durian yang
     paling populer di dunia. Sebagian besar ekspor durian Thailand adalah durian
     Monthong. Di kota-kota besar di Indonesia juga pada umumnya supermarket
     dan toko buah hanya menjual durian Monthong. Harga durian jenis ini juga
     selalu lebih tinggi dibanding durian Thailand lainnya. Menanam jenis lain kami
     anggap akan mendatangkan kesulitan dalam pemasaran; misalnya dalam
     penentuan harga saja sudah sulit karena dapat terjadi kanibalisasi. Kalau harga
     jenis lain itu murah, durian Monthong kami jadi kurang laku. Sedang bila
     harganya lebih mahal, mungkin menjadi tidak laku.

Q:  Durian Bangkok pendek sedang durian lokal atau durian kampung tinggi,
         apa benar begitu?
A:  Tidak. Postur durian pada umumnya sama saja. Durian membutuhkan sinar
     matahari yang banyak, sehingga akan selalu bertumbuh lebih tinggi dari pohon di
     dekatnya. Itu sebabnya dijuluki King Tree, karena tidak mau kalah pada pohon
     di sekitarnya. Para petani kita biasanya menanam durian bersama-sama dengan
     berbagai jenis pohon lain dengan jarak yang amat dekat. Akibatnya, durian mereka
     akan tumbuh meninggi seperti tiang listrik. Sehingga kita mendapat kesan bahwa
     durian kampung selalu tinggi. Setelah lebih tinggi dari pohon tetangganya, barulah
     dia “mengembangkan sayap” seperti payung dibuka dan mulai berbuah.

Q:  Apakah benar bahwa durian Bangkok lebih cepat berbuah dibanding durian lokal?
A:  Tidak benar. Pada umumnya usia durian akan berbuah sama saja. Yang membuat
     durian Bangkok seolah-olah berbuah lebih cepat adalah karena bibit yang ditanam
     adalah hasil okulasi, yang batang bawahnya sudah berumur 2-3 tahun. Sedang
     durian lokal berasal dari penanaman biji. Pekebun durian Bangkok juga menanamnya
     dengan jarak tanam yang cukup jauh, 10-12 meter. Kami sendiri menggunakan jarak
     tanam 10 meter dengan susunan segitiga sama-sisi, sehingga dalam satu hektar
     terdapat 115 pohon. Sinar matahari yang cukup membuat pohon durian itu cepat
     berbuah. Bila durian lokal diperlakukan sama, hasilnya juga akan sama; postur
     durian yang pendek dan melebar serta cepat berbuah. Bila ingin terlihat fancy,
     biarkan cabang-cabang bawahnya rendah sehingga nantinya buahnya mencapai tanah.

Q:  Mengapa Durian Juntak tidak menanam durian unggul lokal?
A:  Memang sudah banyak sebenarnya jenis durian unggul lokal yang di-release oleh
     Pemerintah kita (termasuk Monthong telah di-Indonesiakan menjadi “Otong” tetapi
     jarang yang mau menggunakan nama itu).  Namun masih sulit untuk mendapatkan
     bibitnya dari tangan yang bisa dipercaya. Kesalahan membeli bibit, misalnya tertipu,
     berakibat sangat fatal. Bayangkan bila kita sudah memeliharanya 5-6 tahun, ternyata
     kemudian bahwa mutu buahnya lain dari yang diharapkan semula. Alasan lainnya
     ialah seperti kami katakan sebelumnya, sulit dalam pemasarannya bila kami
     menanam jenis lain. Sedang durian Monthong sudah demikian terkenal dan sudah
     banyak penggemarnya. Kami tinggal menyuguhkan durian Monthong yang bermutu
     lebih tinggi dari durian Monthong impor.

Q:  Apa benar mutu durian Monthong produksi Durian Juntak lebih tinggi daripada
          durian Monthong impor?
A:  Ya. Alasan utama mengapa durian kami bermutu lebih baik dibanding durian impor,
     karena semua durian yang kami jual adalah durian matang pohon atau biasa
     dijuluki “jatuhan”. Sedang durian impor, terutama dari Thailand, semuanya adalah
     durian petikan. Tidak mungkin durian impor adalah durian jatuhan, karena lama
     perjalanan sejak dari kebun di Thailand hingga mencapai supermarket atau toko
     buah di Jakarta, bila menggunakan angkutan laut, paling cepat 2 minggu. Hanya
     durian petikan yang bisa bertahan selama itu. Bila durian tersebut adalah durian
     jatuhan, maka dalam perjalanan selama 2 minggu pastilah sudah akan retak dan
     busuk. Durian kami memang tidak murni “jatuhan” karena tidak kami biarkan jatuh
     sendiri dari pohonnya. Ketika buah durian terlihat mulai mengalami perubahan warna,
     dari hijau menjadi agak kecoklatan, yang merupakan pertanda sudah menjelang
     matang, maka semua durian kami ikat dengan tali ke dahan pohonnya. Dengan
     demikian, ketika buah durian sudah matang dan copot dari tangkainya, tidak akan
     jatuh ke tanah. Perlakuan ini mencegah: rusaknya tangkai maupun kulit buah
     karena terbentur pada dahan atau tanah keras, bergulirnya buah yang jatuh ke
     tempat lain, membentur buah di bawahnya sehingga ikut copot, dan menghindari
     kotor terkena tanah atau sampah. Selama musim panen, beberapa kali dalam
     sehari pekerja kami memeriksa setiap pohon untuk melihat apakah sudah ada
     yang copot dari tangkainya dan menggantung pada tali pengikatnya. Buah
     yang sudah copot itu diturunkan, dan kami sajikan ke pihak pelanggan kami.

Q:  Apakah memelihara durian Monthong lebih mudah atau lebih sulit dibanding
          memelihara durian unggul lokal?
A:  Pada umumnya memelihara durian Monthong lebih sulit daripada memelihara
     durian unggul lokal. Durian Monthong lebih rentan terhadap berbagai hama dan
     penyakit (dengan perkataan lain:  Banyak hama dan penyakit lebih menyukai
     durian Monthong dibanding durian unggul lokal).

Q:  Apakah durian Monthong dapat langsung dimakan ketika baru jatuh dari pohonnya?
A:  Tidak. Pada umumnya, ketika baru jatuh dari pohonnya jarang yang sudah harum
     sebagai pertanda sudah matang. Dibutuhkan 2-4 hari baru benar-benar matang,
     tergantung pada besar buahnya: Semakin besar ukurannya akan semakin lama
     waktu yang dibutuhkan untuk mencapai benar-benar matang. Bila menginginkan
     rasanya benar-benar legit (ada rasa “pahitnya”), maka sebaiknya dimakan ketika
     sudah mulai retak sedikit di bagian “ekornya”. Tetapi ada juga orang yang lebih
     menyukai durian yang agak “mengkal” dan masih agak keras, terutama
     orang-orang Thailand.

Q:  Media massa apa saja yang telah meliput Durian Juntak?
A:  Di bawah ini kami berikan daftar media massa yang telah meliput Durian Juntak.
     Kami sarankan, bagi Anda yang menggunakan koneksi internet berkecepatan
     rendah, seperti dial-up 56K modem, agar lebih hemat, sebaiknya liputan yang
     hendak dibaca Anda save/simpan ke hard-drive komputer Anda dahulu, baru
     kemudian membacanya setelah terputus dari internet. Tidak seluruh liputan
     dapat kami posting di website ini dengan lengkap. Bila Anda ingin membacanya
     secara utuh dan lengkap, kami hanya dapat menyarankan Anda untuk
     mengunjungi perpustakaan di kota Anda. Mudah-mudahan lembaga
     tersebut dapat memenuhi keinginan Anda.

 
        *  Majalah Trubus, January, 2002
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1100 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  46 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  55 Kb)
                        page_3.JPG  (.JPG  69 Kb)


        *  Majalah Pengusaha, March, 2002
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  294 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 52 KB)


      *  Majalah Trubus, February, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  306 KB)
            b)  
JPG Image format (.JPG 150 KB)

      *  Koran Sinar Harapan, February 15, 2003
            a)  Edisi-Online Acrobat PDF format (.PDF 101 KB)
            b)  Edisi-Online HTML Link  ke Sinar Harapan

            x)  Edisi Cetak PDF format (.PDF 728 KB)
            y)  JPG Images format (terbagi dua-halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  104 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  80 Kb)
      

      *  Majalah Tempo, February 23, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF 330 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 170 KB)

      *  Majalah Kontan, March 10, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1263 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  178 Kb)
                       
page_2.JPG  (.JPG  149 Kb)

      *  Koran Bisnis Indonesia, March 11, 2003
            a)  Edisi-Online Acrobat PDF format (.PDF 27 KB)

      *  Majalah Gatra, April 21, 2003
            a)  TEXT -- Acrobat PDF format (.PDF 104 KB)
            b)  Complete -- Acrobat PDF format (.PDF 196 KB)

      *  Majalah Info Dana Pensiunan BRI, April, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  482 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  89 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  87 Kb)

      *  Majalah Warta-Ekonomi, May 1, 2003

      *  Majalah Prospektif, June 8, 2003

            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  675 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  92 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  83 Kb)
                        page_3.JPG  (.JPG  76 Kb)


      *  Majalah Trubus, January, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  914 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  246 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  255 Kb)

      *  Koran Surya, February 27, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1280 KB)
            b)    JPG Image format (.JPG 128 KB)
            c)    URL Link langsung ke Surya.co.id

      *  Tabloid Bibit, March 16, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1200 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 340 KB)

      *  Koran Surya, March 21, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1320 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 291 KB)

      *  Majalah Warta Ekonomi, June 16, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  115 KB)
            b)   URL Link langsung ke Wartaekonomi.com

      *  Majalah Investor, June 23, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  539 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  110 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  168 Kb)


      *  Buku HKTI:  Potret 14 Petani Berprestasi di
          Indonesia.  Cetakan #1.  Trubus, October, 2004

            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1042 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi delapan halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  54 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  57 Kb)

                        page_3.JPG  (.JPG  55 Kb)
                        page_4.JPG  (.JPG  65 Kb)

                        page_5.JPG  (.JPG  67 Kb)
                        page_6.JPG  (.JPG  60 Kb)

                        page_7.JPG  (.JPG  52 Kb)
                        page_8.JPG  (.JPG  63 Kb)


      *  Majalah Femina, October 28, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  508 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  126 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  129 Kb)


      *  Tabloid Agro-Indonesia, November 2, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1216 KB)
            b)   
JPG Image format (.JPG 182 KB)  

Q:  Di media-massa mana saja Durian Juntak meng-iklankan produknya?
A:  *    Majalah Pertanian Trubus
     *    Majalah Bisnis Pengusaha
     *    Majalah Tempo
     *    Majalah Gatra
     *    Majalah Warta-Ekonomi
     *    Koran Kompas
     *    Koran Suara Pembaruan
     *    Koran Bisnis Indonesia
     *    Jakarta Post (English Version)
     *    Internet web-site:  http://www.juntak.com/

Q:  Siapa dan bagaimana target-market dan market-positioning Durian Juntak ?
A:  Target market kami ialah para penggemar dan pecinta buah durian kelas berat.
     Mereka sangat mementingkan dan mengutamakan kualitas dibanding harga.
     Oleh karenanya kami berusaha sekuat mungkin menjaga mutu durian yang kami
     jual agar selalu prima. Namun, bagi penjualan durian secara utuh, pengecekan
     mutu tidaklah mudah; walaupun sudah harum dan bunyinya sudah “ngebass”
     ketika diketuk, masih mungkin terjadi belum semuanya matang. Untuk mencegah
     kekecewaan customer, kami berikan garansi. Apabila ada pelanggan yang merasa
     durian kami kurang memuaskan, kami bersedia menggantinya atau mengembalikan
     uangnya (tentunya durian yang dibeli harus dikembalikan juga kepada kami).
     Menjaga mutu durian isi jauh lebih mudah, karena dengan melihat penampilannya
     saja kami sudah tahu apakah daging buah durian itu baik dan enak.

Q:  Apakah Durian Juntak sudah memiliki outlet?
A:  Kami baru memiliki tiga outlet: 2 di Jakarta dan 1 di Bandung. Untuk sementara
     ini, kami baru sanggup melayani Jabotabek dan Bandung saja, karena produksi
     kami masih relatif sedikit. Bila nanti produksi kami sudah semakin meningkat,
     baru kami pertimbangkan untuk menambah outlet di luar Jakarta dan Bandung.


 
        DKI, Jakarta (Headquarter):
        Durian Juntak
        (Cafe Durian ~ makan di tempat)
        Jln Tebet Timur Dalam Raya 119
        Tebet, Jak-Sel 12820
        Phone: (021) 8312-416
        Fax: (021) 8370-0042
        SMS:  (0813) 1551-9035
       
PETA -- Lokasi Durian Juntak (.JPG 197 KB)
        PETA -- Lokasi Durian Juntak (.PDF 266 KB)


       
DKI, Jakarta (Dealer/Pengecer):
        Restoran Red Corner
        Jln. Setiabudi Barat No. 1A
        Phone: (021) 7070-9345
       
PETA -- Lokasi Red Corner (.JPG 96 KB)
        PETA -- Lokasi Red Corner (.PDF 138 KB)


       
Bandung, Jawa-Barat (Dealer/Pengecer):
 
       Toko Buah QUEEN,
        Jl. Karapitan 29A
        Bandung, Jawa Barat
        Phone:      (022) 730-1941
                                  731-7209


Q:  Apakah mudah untuk mencapai outlet Durian Juntak?
A:  Sangat mudah. Outlet pertama (headquarter) mudah dicapai dari segala penjuru
     Jakarta, karena dekat dengan jalan toll Cawang-Semanggi. Dari Pancoran
     menuju Cawang, setelah melewati RS Tebet, ada simpang ke kiri masuk ke Jl.
     Tebet Timur Raya. Setelah 250 m ada pertigaan ke kanan masuk ke Jl. Tebet
     Timur Dalam Raya. Sekitar 500 m dari pertigaan itu, di sebelah kanan, dua
     rumah setelah Toko Roti “Larisia” akan Anda temukan outlet pertama kami.
     Outlet kedua, yang berlokasi di Jl. Setiabudi Barat No. 1A, juga mudah ditemukan.
     Dari Jalan Sudirman, masuk ke Jl. Setiabudi Raya (di sebelah kanan Chase
     Plaza), 100 m setelah belokan ke kiri, di sebelah kanan akan mudah ditemukan
     Restoran Red Corner. Sedang yang di Bandung, kiranya juga tidak perlu
     diterangkan lagi, karena Toko Buah Queen di Jl. Karapitan no. 29A sudah amat
     terkenal dan dekat ke alun-alun Bandung.

Q:  Apakah pembelian di satu outlet dapat di-claim di outlet yang lain bila ternyata
          durian yang dibeli kurang memuaskan?
A:  Untuk outlet Jakarta, YA. Sedang pembelian di Bandung tidak dapat di-claim
     di Jakarta atau sebaliknya. Perlu kira-nya kami jelaskan bahwa claim hanya
     akan dilayani bila durian yang dibeli disertai label asli (tanpa perubahan pada
     benang pengikatnya) diserahkan kepada outlet kami.

Q:  Apakah Durian Juntak melayani orang yang ingin makan durian di outlet-nya?
A:  Mulai awal musim panen tahun 2004 (Desember) kami akan menyediakan
     fasilitas makan durian di Jl. Tebet Timur Dalam no. 119. Kami akan menyediakan
     3 meja dengan 12 kursi (bila diperlukan dapat ditambah) bagi pelanggan yang
     ingin memakan durian di tempat itu. Kami juga akan menyediakan minuman
     ringan, kopi atau teh manis. Waktu buka adalah dari pukul 11 pagi hingga pukul
     10 malam. Restoran “Red Corner” yang di Jln. Setibudi Barat no. 1A, juga
     melayani customer yang ingin memakan durian di tempat itu. Sedang toko buah
     “Queen” di Bandung hanya mengutamakan penjualan durian utuh atau durian
     isi saja. Namun demikian, apabila customer ingin memakan satu atau dua buah
     di tempat itu, sambil berdiri, pemilik toko tersebut tidaklah keberatan.

Q:  Selain berkebun durian, apakah Durian Juntak juga beternak anjing sehingga
          kadang-kadang mengiklankan anak anjing dobermann?
A:  Kami memang memelihara anjing dobermann cukup banyak, tetapi bukan
     untuk tujuan komersial. Tujuan utama adalah untuk menjaga keamanan kebun
     durian kami. Sekali-sekali anjing tersebut kami kawinkan dan anak-anaknya
     sebagian kami pelihara dan sebagian lagi kami jual.

Q: Apa memang sering terjadi kehilangan durian di kebun sehingga diperlukan
          anjing dobermann yang terkenal sangat galak itu?
A: YA, sebelum-nya sangat sering. Sebelum kami memelihara anjing dobermann,
     memang banyak kehilangan durian, walaupun sudah menyewa orang untuk
     menjaganya siang malam. Namun manusia sulit untuk terjaga sepanjang malam.
     Oleh karenanya kami putuskan untuk memelihara anjing dobermann yang setiap
     saat siap-siaga “menyambut” setiap orang, terutama pencuri yang masuk ke
     kebun. Hasilnya jauh lebih baik dibanding penjagaan oleh tenaga manusia. Para
     pencuri kelihatannya lebih takut pada anjing dobermann ini daripada
     penjaga manusia.

Q:  Mengapa memilih anjing dobermann, bukan anjing jenis lain, seperti German
          Shepherd (Herder), Bulldog, Rottweiler atau Pitbull?
A:  Kebetulan kepala keluarga kami, Midian Simanjuntak, di tahun 70-an menonton
     film berjudul “The Doberman Gang I & II,” yang menggunakan anjing-anjing
     dobermann untuk merampok bank. Film itu membuat Midian Simanjuntak sangat
     terkesan dan ingin memelihara anjing doberman. Keinginan itu baru dapat
     terwujud di tahun 1989. Sejak itu keluarga kami jatuh cinta pada anjing dobermann,
     dan tidak pernah lagi memelihara anjing jenis lain. Sebagai anjing penjaga, kami
     nilai bahwa dobermann adalah salah satu yang terbaik: sangat waspada (alert),
     gesit (speed), pemberani (fearless), kuat, atletis, dan cerdas.

Q:  Banyak orang mengatakan bahwa anjing dobermann sangat berbahaya serta
          merupakan “one man dog”. Apakah hal itu benar?
A:  Ya dan tidak. Karakter anjing pada dasarnya ditentukan oleh perlakuan yang
     dialaminya. Bila sering mendapat perlakuan kurang baik, maka dia akan menjadi
     anjing yang berbahaya. Tetapi anjing yang diperlakukan dengan baik, akan
     berkelakuan baik juga. Anjing-anjing dobermann kami berkelakuan ramah kepada
     semua orang yang sudah dikenalnya, seperti anggota keluarga kami dan para
     pegawai tetap di kebun. Tetapi kepada orang yang tidak dikenal dan tidak
     pernah bergaul dengan anjing-anjing tersebut memang sangat galak dan memang
     sudah lumayan jumlah orang yang pernah merasakan gigitannya.

Q:  Apakah mahal biaya pemeliharaan anjing dobermann?
A:  Biaya pemeliharaan anjing dobermann memang tidak murah, tetapi kami
     perkirakan masih tetap lebih murah dibanding nilai durian yang hilang setiap tahun
     walaupun sudah dijaga oleh manusia, bila tidak ada anjing dobermann tersebut.
     Kami juga menjadi merasa lebih aman tinggal dan tidur di kebun yang cukup jauh
     dari rumah tetangga.

Q:  Siapakah Dokter Hewan yang secara rutin mengawasi kesehatan
          anjing-anjing dobermann tersebut?

A:         Drh. Gindo  Simanjuntak,  PhD.
            Jl. Lamandau  III / 7,
            Kebayoran Baru,  Jak-Sel
            Tel.     (021) 723-7417
            HP.     (081) 811-6501


Q:  Mengapa produk Durian Juntak belum tersedia di supermarket atau toko buah
          terkenal di Jakarta?
A:  Pada umumnya supermarket atau toko buah terkenal merasa “di atas angin”
     dalam menghadapi para pemasoknya. Term and condition yang mereka berlakukan
     cenderung lebih menguntungkan mereka saja. Misalnya memberlakukan sistem
     "konsinyasi" atau pembayaran kemudian yang kadang-kadang berlarut-larut.
     Dengan demikian, pemasok menjadi penyedia modal bagi mereka (yang bermodal
     lebih kuat). Marjin (selisih harga jual dengan harga beli) yang mereka inginkan juga
     “keterlaluan,” tidak adil atau tidak fair; misalnya harga jual mereka dua kali lipat
     harga belinya. Salah seorang pemilik toko buah pernah mengutarakan risiko yang
     ditanggungnya sebagai justifikasi marjin yang demikian tinggi. Ketika kami
     tanyakan apakah sudah ada penjaga toko buah dalam gedung disambar petir,
     pemilik toko buah tersebut hanya dapat tersipu-sipu. Sampai sekarang, kami
     memang belum pernah menawarkan produk kami kepada supermarket atau
     toko buah terkenal. Kami ingin mencoba mempopulerkan sendiri dahulu nama
     kami, dengan menjual langsung kepada end-buyer. Lagi pula, kami menilai bahwa
     pelayanan yang kami berikan masih lebih baik daripada yang diberikan oleh
     supermarket dan toko buah (misalnya, kami melayani pembeli durian di
     Jln. Tebet Timur Dalam no. 119 Jakarta setiap saat, biar tengah malam sekalipun,
     asal menelpon dahulu). Produksi kebun kami juga masih relatif sedikit, baru
     mencapai 10 persen dari kapasitas penuhnya. Namun bila kelak ada supermarket
     atau toko buah yang bersedia bekerja sama dengan dasar saling membutuhkan
     dan saling menguntungkan, tidak tertutup kemungkinan produk kami akan
     tersedia di supermarket atau toko buah tertentu.

Q:  Dari pengalaman beberapa tahun ini, cara apa yang terbaik dan paling efektif
         dalam penyebaran informasi Durian Juntak?
A:  Dari mulut-ke-mulut. Mayoritas pelanggan baru kami adalah pembeli yang
     direkomendasikan oleh orang lain yang sebelumnya sudah pernah membeli
     durian kami. Dapat kami katakan bahwa 95% dari pembeli-baru yang sudah
     pernah mencicipi atau membeli durian kami, akan datang kembali pada musim
     panen berikutnya. Banyak para pelanggan yang meminta agar nama dan nomor
     telponnya kami catat untuk ditelpon bila durian kami sudah mulai panen.

Q:  Apa yang membuat customer Durian Juntak loyal?
A:  Pertama-tama dan yang paling penting, kami jujur dan terus terang kepada
     customer kami. Kami juga berusaha agar selalu konsisten dan memenuhi apa
     yang kami janjikan. Keuntungan jangka panjang lebih kami utamakan dibanding
     keuntungan jangka pendek, karena Durian Juntak kami inginkan akan bertahan sampai
     tujuh turunan. Kami juga berusaha memberi penjelasan yang memuaskan. Oleh
     karena produk kami bukan hasil manufacturing yang selalu bisa diuji sebelum dijual,
     memang tidak mustahil buah yang kami kira baik ternyata kemudian kurang
     memuaskan. Dalam hal seperti itu kami meminta maaf dan menawarkan pilihan:
     menggantinya dengan durian baru (bila tersedia) atau mengembalikan uang mereka.

Q:  Mengapa Durian Juntak baru terdengar sekarang, padahal sudah cukup lama
         mulai membuka kebun durian?
A:  Kami memang sudah cukup lama mulai mengebunkan durian Monthong, yakni
     sejak tahun 1987. Namun banyak sekali kendala yang kami hadapi, sehingga
     hasilnya sangat jauh dari yang kami harapkan semula. Manajemen kebun kami
     diserahkan kepada orang lain, yang ternyata kurang mampu untuk mengelolanya
     dengan baik. Kami sendiri memang meng-underestimate kesulitan mengelola
     kebun durian, khususnya jenis Monthong. Kami kira mudah, karena melihat
     durian kampung yang tanpa dirawat secara khusus dapat berbuah dan bertahan
     selama puluhan tahun. Ternyata penilaian kami itu salah sekali, hama dan
     penyakit durian rupanya banyak sekali. Banyak pohon durian kami yang mati
     setiap tahun, terutama oleh Phytophthora palmivora yang bila menyerang pangkal
     batang dijuluki penyakit kanker batang. Penyakit ini menyerang tanaman dari
     yang masih bibit hingga yang sudah tua sekalipun. Oleh karena daerah Cariu
     sebelumnya merupakan areal kebun karet, terdapat pula banyak jamur akar putih
     atau Rigidoporus lignosus, yang juga mematikan terutama bagi tanaman muda.
     Pendiri kebun ini sendiri, yakni Ir. Midian Simanjuntak, MBA, belum dapat
     sepenuhnya memberikan perhatian karena masih bekerja di BRI dan sering
     berpindah-pindah. Dari 951 pohon yang ditanam pada tahun 1987 hingga tahun
     1997 yang masih hidup hanyalah 178 pohon. Hasil panen, yang masih sedikit, juga
     belum kami pasarkan, tetapi dibagi-bagikan saja kepada para kenalan dan teman.
     Barulah pada tahun 1999 hasilnya mulai kami jual kepada customer. Dan sejak itu
     jumlah produksi kami menanjak terus. Sejak pertengahan tahun 2001, setelah tidak
     aktif lagi bekerja di bank, manajemen kebun dipegang langsung oleh Ir. Midian
     Simanjuntak, MBA. Kebetulan pada saat itu, orang yang diserahi tanggung jawab
     menjaga kebun itu juga meminta berhenti. Sejak itulah kami lakukan research
     and development yang sangat intensif sehingga membawa kami ke level sekarang.

Q:  Bila memelihara durian Monthong begitu sulit karena rentan terhadap berbagai
         penyakit sehingga banyak yang mati, mengapa Durian Juntak tidak beralih
         saja pada durian unggul lokal?
A:  Kami sendiri memang pernah “tergoda” untuk beralih pada jenis unggul lokal.
     Suatu saat di bulan Agustus 1997, Midian Simanjuntak bertemu dengan Prof.
     Ali Wardhana, mantan Menteri Keuangan di awal pemerintahan Presiden
     Soeharto di club house lapangan golf Matoa. Beliau merupakan salah satu
     pelopor pekebun durian Bangkok yang sering diberitakan oleh media massa di
     tahun 70-an. Ketika Midian Simanjuntak menanyakan durian Bangkok tersebut,
     beliau menjawab:  "It has become history. Kapok!. Pada mati semuanya. Saya
     ganti dengan durian lokal saja.” Ketika percakapan ini disampaikan oleh Midian
     Simanjuntak kepada orang yang mengurus kebun, responsnya adalah: “Ah, Pak,
     kalau nanam durian lokal, ya orang kampung juga bisa. Ngapain saya di sini?”
     Setelah memikirkan lebih mendalam dan saksama, akhirnya kami putuskan
     untuk tetap bertahan meneruskan memelihara jenis Monthong.

Q:  Ada yang berpendapat bahwa durian Medan, durian Jepara, atau durian
         Palembang lebih enak dari durian Monthong, apa benar begitu?
A:  Soal selera memang sulit diperdebatkan, karena setiap orang memiliki selera
     tersendiri. Tetapi dalam pendapat seperti itu ada masalah mendasar. Yang
     mana yang dimaksud dengan durian Medan, Jepara, atau Palembang sebenarnya
     tidak jelas. Di Sumatera Utara, seperti juga di daerah lain, terdapat banyak sekali
     ragam durian, mulai dari yang paling enak hingga yang paling hambar (Orang tua
     kami memiliki 15 pohon durian kampung dengan 15 rasa di Tanah Jawa, 20 km
     dari Pematang Siantar). Durian yang didatangkan dari Sumatera Utara ke Jakarta
     akan disebut durian Medan. Mungkin dipilih yang relatif baik, tetapi tetap tidak
     homogen seperti durian Monthong dari mana pun. Ada yang lebih enak dan ada
     juga yang kurang enak dibanding durian Monthong. Yang mengatakan bahwa
     durian Medan lebih enak dari durian Monthong biasanya adalah mereka yang
     menyukai durian yang mengandung “rasa pahit” (dalam bahasa Batak Tapanuli
     disebut “paet lada”). Durian Monthong impor, yang bukan matang pohon, pada
     umumnya memang tidak memiliki rasa seperti itu. Tetapi akan lain rasanya,
     bila durian Monthong tersebut matang pohon, seperti durian kami, dan
     ditunggu hingga mulai retak baru dibuka, “rasa pahitnya” akan ada.

Q:  Bolehkah saya mengunjungi kebun Durian Juntak sekedar melancong, berdiskusi,
         melihat kebun durian, bertemu-muka, atau bermain-main?
A:  Untuk sementara ini, kami masih sangat selektif terhadap orang yang ingin
     mengunjungi kebun kami. Kebun kami belum siap menjadi tujuan agrowisata.
     Pertama, kami masih sangat sibuk melakukan berbagai percobaan dalam rangka
     research and development, sehingga sangat terbatas waktu luang kami untuk
     menerima pengunjung. Kedua, banyak tanaman kami yang masih berusia muda,
     sehingga masih sangat rentan terhadap serangan penyakit. Kedatangan pengunjung
     tidak jarang membawa bibit penyakit, misalnya menempel pada ban kendaraannya.
     Ketiga, fasilitas untuk menerima pengunjung belum tersedia. Jalan masuk ke kebun
     kami dari jalan desa, sekitar 250 meter, masih berupa tanah yang hanya dapat dilalui
     oleh kendaraan 4-wheel di musim hujan. Keempat, masih banyak ular tanah yang amat
     beracun, sehingga kami khawatir terhadap keselamatan para pengunjung, terutama
     anak-anak. Apabila berbagai kendala tersebut sudah tidak ada lagi, barulah kami
     bersedia menerima kunjungan publik. Hal ini sudah merupakan bagian dari rencana
     jangka menengah dan panjang kami. Namun bila Anda sungguh-sungguh berniat
     keras mengunjungi kebun kami, harap menghubungi kami terlebih dahulu.

Q:  Apa saja persyaratan yang perlu dipenuhi agar diperbolehkan mengunjungi
         kebun Durian Juntak?
A:  Pada dasarnya tidak ada persyaratan tertentu bagi orang yang ingin
     mengunjungi kebun kami. Namun mereka yang berniat harus terlebih dahulu
     mendapat izin dari kami (dalam hal ini Ir. Midian Simanjuntak, MBA). Yang perlu
     kami jelaskan adalah bahwa fasilitas bagi pengunjung di kebun kami sangat kurang.
     Maklum kami masih memfokuskan perhatian pada perawatan tanaman, yang
     sebagian besar masih kecil-kecil dan muda. Pengunjung yang berupa rombongan
     kami harapkan membawa “bekal” sendiri berupa makanan atau minuman. Kami
     belum dapat memberikan pelayanan makan atau minum karena semua personil
     yang ada ditugaskan untuk merawat kebun dan mengurus anjing penjaga. Kami
     mengharapkan agar kunjungan seseorang ke kebun kami akan memberikan
     keuntungan bagi kedua belah pihak. Misalnya kunjungan wartawan atau reporter
     akan kami sambut dengan senang hati. Kami juga akan menyambut gembira
     kedatangan investor yang berminat mengadakan kerja-sama, pedagang atau
     orang yang ingin menyaksikan sendiri kebenaran berbagai informasi yang
     disajikan dalam web-site ini.

Q:  Apa rencana jangka panjang Durian Juntak terhadap kebun durian di Cariu?
A:  Kebun di Cariu direncanakan akan dibuka untuk kunjungan publik atau menjadi
     objek agrowisata. Pada saat itu kami harapkan semua tanaman durian kami
     sudah dewasa. Untuk itu secara bertahap akan kami persiapkan jalan masuk
     yang lebih baik dan berbagai fasilitas yang diperlukan. Oleh karena daerah
     Jonggol dan Cariu diharapkan akan menjadi alternatif bagi Puncak yang sudah
     terlalu padat, ada kemungkinan kebun itu akan dilengkapi dengan fasilitas
     penginapan, dan kolam renang. Di samping persiapan yang berupa fisik,
     tentunya diperlukan juga persiapan bagi tenaga penerima tamu agar
     pelayanannya memuaskan pengunjung. Apabila volume produksi kami sudah
     semakin meningkat, maka kami akan mulai ekspansi ke produk turunan,
     seperti dodol, kue, permen, atau es-krim. Dengan demikian pelanggan
     Durian Juntak dapat menikmati produk kami sepanjang tahun.

Q:  Bolehkah saya sebagai pedagang-buah menjadi distributor Durian
         Juntak di kota saya?
A:  Setiap permintaan seperti itu akan kami tanggapi dengan sangat serius. Namun
     perlu kami tegaskan, bahwa kami tidak bersedia bekerja-sama dengan pedagang
     yang tamak atau greedy. Bila Anda mengharapkan marjin yang sangat tinggi,
     seperti kebanyakan pedagang hasil pertanian, sebaiknya urungkan saja niat Anda
     menjadi distributor Durian Juntak. Anda tidak akan mengalami kerugian berbisnis
     dengan kami, tetapi janganlah langsung mengharapkan keuntungan besar dalam
     jangka pendek. Yang kami harapkan adalah distributor yang berorientasi jangka
     panjang, karena bisnis durian kami ini juga dimaksudkan untuk bertahan dalam waktu
     yang sangat panjang. Mengingat produk kami adalah durian jatuhan, maka lama
     perjalanan dari kebun kami ke tempat Anda merupakan salah satu faktor
     penentu. Kami menuntut komitmen Anda dalam memuaskan kebutuhan para
     pencinta durian bermutu tinggi. Banyak pengusaha Indonesia yang bangkrut
     karena ketamakan pemiliknya: setelah produknya cukup laku timbul keinginan
     memperoleh untung yang lebih besar dengan menurunkan mutu produknya. Ambil
     sebagai contoh lembaran tripleks; dikatakan ketebalannya 4 mm tetapi kalau
     diukur hanya 3 mm. Hanya di negeri kita ini barangkali ada istilah “banci,” karena
     ukurannya tidak standar dan tidak sama dengan yang disebutkan. Bagi kami juga
     tidak masuk akal untuk apa kaleng cat yang satu liter hanya berisi 700 ml. Ketika
     pengusaha lain muncul dengan mutu yang standar dan lebih terjamin, barulah
     pengusaha tersebut sadar, tetapi sudah terlambat karena namanya sudah
     terlanjur rusak.

Q:  Apakah boleh membeli durian di kebun?
A:  Bila Anda sudah “terlanjur” datang ke kebun, dengan terpaksa akan kami layani.
     Kami sebenarnya belum ingin-dan-siap untuk dikunjungi karena masih sangat sibuk
     melakukan percobaan, mendidik para pekerja, dan belum memiliki tenaga yang
     dapat melayani tamu. Sistem kontrol dalam penjualan durian di kebun juga belum
     kami siapkan, sehingga hanya Midian Simanjuntak yang berwenang menjual durian
     di kebun. Apabila Midian Simanjuntak sedang tidak berada di kebun, mohon maaf,
     keinginan Anda untuk membeli durian tidak akan terkabul. Anda kemungkinan besar
     akan merasa heran dan menggerutu bila harga durian di kebun kami tetapkan lebih
     tinggi daripada harga di Tebet. Kebijakan seperti itu kami berlakukan agar Anda
     “kapok” membeli durian di kebun kami, dan terdorong membelinya ke Tebet.

Q:  Berapa hasil penjualan Durian Juntak dalam beberapa tahun terakhir ini?
A:  Khusus penjualan durian adalah sebagai berikut:
        1999 -- Rp 20 Juta
        2000 -- Rp 65 Juta
        2001 -- Rp 151 Juta
        2002 -- Rp 182 Juta
        2003 -- Rp 226 Juta
        2004 -- Rp 10+ Juta (gagal panen)

     Kegagalan panen tahun 2004 disebabkan cuaca yang menyimpang dari normal
     pada tahun 2003. Pada tahun 2003, panen berakhir pada bulan April. Pada bulan
     May sudah mulai terjadi musim kemarau, sehingga tidak ada kesempatan pohon
     durian kami untuk recovery. Biasanya bulan May hingga July masih cukup curah
     hujan untuk menyegarkan kembali pohon-pohon yang tenaganya terkuras karena
     berbuah (seperti orang atau hewan yang baru melahirkan). Pada waktu itu kami
     masih sedang memperluas jaringan pengairan dan tidak menduga kemarau akan
     begitu dini datangnya. Bulan Agustus pohon durian mulai mengeluarkan kembang
     dan bulan September mulai musim hujan. Hujan mendorong tumbuhnya tunas baru
     dan daun muda yang mengalahkan buah-buah yang baru terbentuk “menyedot’
     nutrisi. Akibatnya, hampir semua buah yang sudah jadi, termasuk yang sudah
     lebih besar dari bola tennis rontok. Inilah salah satu contoh mengapa agribisnis
     itu dinilai berisiko tinggi. Tetapi ada kaidah investasi yang berbunyi
     “higher risk, higher return.”

Q:  Bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam daging buah durian?
A:  Berikut ini adalah kandungan nutrisi 100 gram daging buah durian yang kami
     kutip dari buku publikasi durian.  Dalam publikasi itu diberikan berbagai angka
     yang berasal dari berbagai laporan para peneliti. Kami menyajikan angka
     terendah dan tertinggi. Perbedaan jenis durian, cara analisis, dan asal
     durian kelihatannya sangat mempengaruhi komponen isi daging buah durian.
 

Constituent

Per 100 g fresh ripe arils

Constituent

Per 100 g fresh ripe arils

Total ash

0.8 – 1.24 g

Calcium

5.35 – 41.5 mg

Fibre

0.9 – 4.4 g

Phosphorous

19.6 – 65.39 mg

Moisture

54.9 – 68.7 g

Magnesium

33 – 330 mg

Protein

2.0 – 2.8 g

Iron

0.38 – 1.9 mg

Carbohydrates

21.33 – 36.1 g

Cobalt

0.03 – 0.4 mg

Starch

4.0 – 11.1 g

Chlorine

4 mg

Sugar total

10.02 – 13.55 g

Sodium

0.57 – 1.0 mg

Reducing sugars

2.7 – 4.79 g

Potassium

431.3 – 601.0 mg

Sucrose

5.8 – 19.8 g

K2O

70 mg

Glucose

0.30 – 0.51 g

SO4

180 mg

Fructose

0.20 – 0.55 g

Arsenic

0.0002 – 0.0007 mg

Lipid

0.71 – 7.34 g

Copper

1.0 mg

Caloric value

124 – 188.5 cal

Manganese

0.81 mg

Beta carotene

600.5 – 1398.3 IU

Iodine

2.8 g

Vitamin A

30 – 1025 IU

Cadmium

< 1 mg

Vitamin B1

0.24 – 0.67 mg

Chromium

< 5 mg

Vitamin B2

0.07 – 0.53 mg

Nickel

< 2 mg

Niacin

0.7 – 1.37 mg

Lead

< 3 mg

Vitamin C

22.9 – 107.0 mg

Zinc

140 mg

Vitamin E

1.24 – 1.76 mg

Mercury

< 1 mg

Minerals

1.2 g

pH

6.00 – 7.04



Q:  Apakah benar memakan durian berbahaya bagi penderita penyakit darah tinggi
         dan penyakit jantung?
A:  Kami juga sering mendengar pernyataan seperti itu. Tetapi hingga sekarang
     kami belum menemukan publikasi ilmiah yang menyatakan unsur apa dalam
     daging buah durian yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.
     Kami akan merasa gembira bila ada ahli yang dapat menjelaskan dan menunjuk
     bahan kimia apa dalam tabel di atas yang berbahaya bagi penderita penyakit
     darah tinggi dan kelainan jantung. Togar Napitupulu (teman sekelas dari Midian
     Simanjuntak di SMA-IB Pematang Siantar tahun 1959-1962) punya pengalaman
     tersendiri tentang masalah ini. Pada tahun 2000 dia menjalani operasi by-pass
     jantung. Dokter menasehatinya agar tidak memakan durian. Selama 3 tahun dia
     “puasa” dari buah yang paling disukainya itu, sampai dia bertemu dengan
     seorang ahli gizi. Ahli gizi itu mentertawai dia dan dokter yang melarangnya
     memakan durian. Dia disuruh memeriksakan darah sebelum dan sesudah makan
     durian. Ternyata memang tidak ada perubahan nyata yang dapat menyebabkan
     stroke atau serangan jantung. Sejak itu Togar Napitupulu kembali menikmati
     kelezatan durian. Sang ahli gizi mengatakan bahwa orang yang sedang makan
     durian sulit berhenti selama masih ada. Padahal memakan apapun kalau terlalu
     banyak dapat menyebabkan stroke, dan serangan jantung bagi mereka yang
     sudah tergolong penderita-berat.

Q:  Bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam biji durian?
A:  Berikut ini adalah kandungan nutrisi 100 gram biji durian yang kami kutip
     dari buku publikasi durian:
 

Components

Per 100 g fresh seeds minus coat

Per 100 g cooked seeds minus coat

Moisture

51.5 g

51.1 g

Fat

0.4 g

0.2 – 0.23 g

Protein

2.6 g

1.5 g

Total Carbohydrates

43.6 g

46.2 g

Crude Fibre

 

0.7 – 0.71 g

Nitrogen

 

0.297 g

Ash

1.9 g

1.0 g

Calcium

17 mg

39 -88.8 mg

Phosphorous

68 mg

86.65 – 87 mg

Iron

1.0 mg