|
|
Q: Apakah ada arti tertentu dari nama Durian Juntak? A: Juntak adalah penggalan dari Simanjuntak. Simanjuntak adalah nama keluarga atau marga dari suku atau etnik Batak Tapanuli. Di kalangan etnik itu memang sering juga orang yang bermarga Simanjuntak disapa “Juntak” saja. Kebun ini didirikan, dikelola, dibiayai, dan dimiliki oleh keluarga Simanjuntak dan Ir. Midian Simanjuntak, MBA sebagai kepala keluarga kami. Q: Bagaimana riwayat singkat keberadaan Durian Juntak ini? A: Berkebun durian sudah menjadi obsessi Midian Simanjuntak sejak kuliah di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Orangtuanya memiliki 15 pohon durian kampung di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sejak masih kanak-kanak, dia sudah ikut menemani ayahnya menjaga 15 pohon durian selama musim panen. Bila ada durian yang jatuh, biar tengah malam atau di pagi buta, dia harus bergegas memungutnya, takut diambil oleh orang lain. Di pagi hari, akan terasa nikmat sekali baginya menyantap nasi ketan dicampur durian sebagai sarapan. Hasil penjualan durian sangat berarti bagi keadaan finansial keluarga, bahkan tidak jarang cukup untuk membiayai pengeluaran Midian Simanjuntak ketika kuliah di Bogor (1963 – 1969). Dari pengalaman itu dan kemudian melihat harga durian di Jakarta lebih dari 5 kali lipat dari harga penjualan ayahnya, dia yakin bahwa berkebun durian sangatlah menguntungkan. Sejak itulah timbul keinginannya untuk memiliki kebun durian yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tujuh bulan bekerja di Departemen Pertanian RI tidak memberikan harapan akan dapat mewujudkan obsessinya, dan pada saat itu dia menyadari pula bahwa bekerja di kantor kurang positif bagi kesehatan jasmani. Dia pindah ke BRI, yang memberikan gaji yang lebih tinggi (Oktober 1970) dan memungkinkan menabung untuk membeli tanah. Pada tahun 1981, ketika Midian Simanjuntak menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang BRI di Surabaya, mulailah dia membeli 5 ha tanah di Cariu dengan harga hanya Rp 5 juta. Pada masa itu, daerah Cariu masih merupakan daerah yang terisolasi, sehingga harga tanah amat murah. Oleh karena dia tinggal di Surabaya, maka pembukaan lahan dan penanaman durian belum dapat dilakukan. Januari 1983 dia diberangkatkan oleh BRI mengikuti program MBA di University of Oregon, Eugene (USA), dan disusul oleh magang (internship) di Irving Trust Bank (New York City) selama 6 bulan. Bulan Desember 1985 baru kembali ke Jakarta, dan mulailah mempersiapkan pembukaan kebun durian. Uji-coba dimulai di Bekasi pada tahun 1986 di atas tanah seluas 1,2 HA. Tahun berikutnya menyusul penanaman di Cariu, sekitar 10 HA. Oleh karena Midian Simanjuntak masih terikat pada BRI dan sering dipindah, maka pengelolaan kebun diserahkan kepada orang lain, yang ternyata tidak memiliki kemauan dan kemampuan yang cukup untuk menanggulangi berbagai masalah kebun durian (khususnya jenis Monthong yang amat diminati oleh banyak hama dan penyakit). Tingkat kematian pohon durian amat tinggi, sekitar 50 persen setahun. Dari 951 bibit yang ditanam pada tahun 1987, dalam 10 tahun tinggal hanya 178 pohon. Secara reguler penyulaman terus dilakukan sehingga menguras kantong karena harga bibit pada waktu itu cukup mahal (sekitar US$15, untuk sebesar bibit yang sekarang kami jual Rp 25,000). Barulah pada pertengahan tahun 2001, pengelolaan kebun Cariu sepenuhnya ditangani oleh Midian Simanjuntak. Berkat penelitian yang kuat, kami telah mencapai level pengetahuan, dan profesionalisme yang sekarang. Luas lahan juga sudah meningkat hingga 25 hektare. Q: Apa saja buah yang dihasilkan oleh kebun Durian Juntak? Apakah hanya durian? A: Tanaman utama di kebun Durian Juntak, di atas lahan 25 hektare, saat ini memang durian, sebanyak 2517 pohon. Pada tahun pertama penanaman (1987), banyak juga kami tanam lengkeng Bangkok (dalam bahasa Thailand disebut lamya dan dalam bahasa Inggris disebut longan) dan rambutan Rafiah. Tetapi pada tahun 2002 sebagian kami ganti dengan durian, sehingga yang sisa sekarang hanya 106 pohon lengkeng dan 33 pohon rambutan Rafiah. Berbagai tanaman buah lainnya juga ada, seperti avocado, jambu air, jambu biji, mangga, jeruk bali, nangka, kedondong, manggis, belimbing dan sawo tetapi hanyalah untuk konsumsi sendiri dan bukan untuk tujuan komersial. Q: Selain menanam durian jenis (kultivar) Monthong, apakah Durian Juntak juga menanam durian jenis lain? A: Tidak. Kami hanya mengkhususkan diri menanam durian Monthong, yang berasal dari Thailand dan memiliki arti “bantal emas” atau golden pillow. Dari pengamatan kami di berbagai tempat di beberapa negara dan berbagai publikasi yang pernah kami baca, durian Monthong merupakan durian yang paling populer di dunia. Sebagian besar ekspor durian Thailand adalah durian Monthong. Di kota-kota besar di Indonesia juga pada umumnya supermarket dan toko buah hanya menjual durian Monthong. Harga durian jenis ini juga selalu lebih tinggi dibanding durian Thailand lainnya. Menanam jenis lain kami anggap akan mendatangkan kesulitan dalam pemasaran; misalnya dalam penentuan harga saja sudah sulit karena dapat terjadi kanibalisasi. Kalau harga jenis lain itu murah, durian Monthong kami jadi kurang laku. Sedang bila harganya lebih mahal, mungkin menjadi tidak laku. Q: Durian Bangkok pendek sedang durian lokal atau durian kampung tinggi, apa benar begitu? A: Tidak. Postur durian pada umumnya sama saja. Durian membutuhkan sinar matahari yang banyak, sehingga akan selalu bertumbuh lebih tinggi dari pohon di dekatnya. Itu sebabnya dijuluki King Tree, karena tidak mau kalah pada pohon di sekitarnya. Para petani kita biasanya menanam durian bersama-sama dengan berbagai jenis pohon lain dengan jarak yang amat dekat. Akibatnya, durian mereka akan tumbuh meninggi seperti tiang listrik. Sehingga kita mendapat kesan bahwa durian kampung selalu tinggi. Setelah lebih tinggi dari pohon tetangganya, barulah dia “mengembangkan sayap” seperti payung dibuka dan mulai berbuah. Q: Apakah benar bahwa durian Bangkok lebih cepat berbuah dibanding durian lokal? A: Tidak benar. Pada umumnya usia durian akan berbuah sama saja. Yang membuat durian Bangkok seolah-olah berbuah lebih cepat adalah karena bibit yang ditanam adalah hasil okulasi, yang batang bawahnya sudah berumur 2-3 tahun. Sedang durian lokal berasal dari penanaman biji. Pekebun durian Bangkok juga menanamnya dengan jarak tanam yang cukup jauh, 10-12 meter. Kami sendiri menggunakan jarak tanam 10 meter dengan susunan segitiga sama-sisi, sehingga dalam satu hektar terdapat 115 pohon. Sinar matahari yang cukup membuat pohon durian itu cepat berbuah. Bila durian lokal diperlakukan sama, hasilnya juga akan sama; postur durian yang pendek dan melebar serta cepat berbuah. Bila ingin terlihat fancy, biarkan cabang-cabang bawahnya rendah sehingga nantinya buahnya mencapai tanah. Q: Mengapa Durian Juntak tidak menanam durian unggul lokal? A: Memang sudah banyak sebenarnya jenis durian unggul lokal yang di-release oleh Pemerintah kita (termasuk Monthong telah di-Indonesiakan menjadi “Otong” tetapi jarang yang mau menggunakan nama itu). Namun masih sulit untuk mendapatkan bibitnya dari tangan yang bisa dipercaya. Kesalahan membeli bibit, misalnya tertipu, berakibat sangat fatal. Bayangkan bila kita sudah memeliharanya 5-6 tahun, ternyata kemudian bahwa mutu buahnya lain dari yang diharapkan semula. Alasan lainnya ialah seperti kami katakan sebelumnya, sulit dalam pemasarannya bila kami menanam jenis lain. Sedang durian Monthong sudah demikian terkenal dan sudah banyak penggemarnya. Kami tinggal menyuguhkan durian Monthong yang bermutu lebih tinggi dari durian Monthong impor. Q: Apa benar mutu durian Monthong produksi Durian Juntak lebih tinggi daripada durian Monthong impor? A: Ya. Alasan utama mengapa durian kami bermutu lebih baik dibanding durian impor, karena semua durian yang kami jual adalah durian matang pohon atau biasa dijuluki “jatuhan”. Sedang durian impor, terutama dari Thailand, semuanya adalah durian petikan. Tidak mungkin durian impor adalah durian jatuhan, karena lama perjalanan sejak dari kebun di Thailand hingga mencapai supermarket atau toko buah di Jakarta, bila menggunakan angkutan laut, paling cepat 2 minggu. Hanya durian petikan yang bisa bertahan selama itu. Bila durian tersebut adalah durian jatuhan, maka dalam perjalanan selama 2 minggu pastilah sudah akan retak dan busuk. Durian kami memang tidak murni “jatuhan” karena tidak kami biarkan jatuh dari hijau menjadi agak kecoklatan, yang merupakan pertanda sudah menjelang matang, maka semua durian kami ikat dengan tali ke dahan pohonnya. Dengan demikian, ketika buah durian sudah matang dan copot dari tangkainya, tidak akan jatuh ke tanah. Perlakuan ini mencegah: rusaknya tangkai maupun kulit buah karena terbentur pada dahan atau tanah keras, bergulirnya buah yang jatuh ke tempat lain, membentur buah di bawahnya sehingga ikut copot, dan menghindari kotor terkena tanah atau sampah. Selama musim panen, beberapa kali dalam sehari pekerja kami memeriksa setiap pohon untuk melihat apakah sudah ada yang copot dari tangkainya dan menggantung pada tali pengikatnya. Buah yang sudah copot itu diturunkan, dan kami sajikan ke pihak pelanggan kami. Q: Apakah memelihara durian Monthong lebih mudah atau lebih sulit dibanding memelihara durian unggul lokal? A: Pada umumnya memelihara durian Monthong lebih sulit daripada memelihara durian unggul lokal. Durian Monthong lebih rentan terhadap berbagai hama dan penyakit (dengan perkataan lain: Banyak hama dan penyakit lebih menyukai durian Monthong dibanding durian unggul lokal). Q: Apakah durian Monthong dapat langsung dimakan ketika baru jatuh dari pohonnya? A: Tidak. Pada umumnya, ketika baru jatuh dari pohonnya jarang yang sudah harum sebagai pertanda sudah matang. Dibutuhkan 2-4 hari baru benar-benar matang, tergantung pada besar buahnya: Semakin besar ukurannya akan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai benar-benar matang. Bila menginginkan rasanya benar-benar legit (ada rasa “pahitnya”), maka sebaiknya dimakan ketika sudah mulai retak sedikit di bagian “ekornya”. Tetapi ada juga orang yang lebih menyukai durian yang agak “mengkal” dan masih agak keras, terutama orang-orang Thailand. Q: Media massa apa saja yang telah meliput Durian Juntak? A: Di bawah ini kami berikan daftar media massa yang telah meliput Durian Juntak. Kami sarankan, bagi Anda yang menggunakan koneksi internet berkecepatan rendah, seperti dial-up 56K modem, agar lebih hemat, sebaiknya liputan yang hendak dibaca Anda save/simpan ke hard-drive komputer Anda dahulu, baru kemudian membacanya setelah terputus dari internet. Tidak seluruh liputan dapat kami posting di website ini dengan lengkap. Bila Anda ingin membacanya secara utuh dan lengkap, kami hanya dapat menyarankan Anda untuk mengunjungi perpustakaan di kota Anda. Mudah-mudahan lembaga tersebut dapat memenuhi keinginan Anda. Q: Di media-massa mana saja Durian Juntak meng-iklankan produknya? A: * Majalah Pertanian Trubus * Majalah Bisnis Pengusaha * Majalah Tempo * Majalah Gatra * Majalah Warta-Ekonomi * Koran Kompas * Koran Suara Pembaruan * Koran Bisnis Indonesia * Jakarta Post (English Version) * Internet web-site: http://www.juntak.com/ Q: Siapa dan bagaimana target-market dan market-positioning Durian Juntak ? A: Target market kami ialah para penggemar dan pecinta buah durian kelas berat. Mereka sangat mementingkan dan mengutamakan kualitas dibanding harga. Oleh karenanya kami berusaha sekuat mungkin menjaga mutu durian yang kami jual agar selalu prima. Namun, bagi penjualan durian secara utuh, pengecekan mutu tidaklah mudah; walaupun sudah harum dan bunyinya sudah “ngebass” ketika diketuk, masih mungkin terjadi belum semuanya matang. Untuk mencegah kekecewaan customer, kami berikan garansi. Apabila ada pelanggan yang merasa durian kami kurang memuaskan, kami bersedia menggantinya atau mengembalikan uangnya (tentunya durian yang dibeli harus dikembalikan juga kepada kami). Menjaga mutu durian isi jauh lebih mudah, karena dengan melihat penampilannya saja kami sudah tahu apakah daging buah durian itu baik dan enak. Q: Apakah Durian Juntak sudah memiliki outlet? A: Kami baru memiliki tiga outlet: 2 di Jakarta dan 1 di Bandung. Untuk sementara ini, kami baru sanggup melayani Jabotabek dan Bandung saja, karena produksi kami masih relatif sedikit. Bila nanti produksi kami sudah semakin meningkat, baru kami pertimbangkan untuk menambah outlet di luar Jakarta dan Bandung. Durian Juntak (Cafe Durian ~ makan di tempat) Jln Tebet Timur Dalam Raya 119 Tebet, Jak-Sel 12820 Phone: (021) 8312-416 Fax: (021) 8370-0042 SMS: (0813) 1551-9035 PETA -- Lokasi Durian Juntak (.JPG 197 KB) PETA -- Lokasi Durian Juntak (.PDF 266 KB) DKI, Jakarta (Dealer/Pengecer): Restoran Red Corner Jln. Setiabudi Barat No. 1A Phone: (021) 7070-9345 PETA -- Lokasi Red Corner (.JPG 96 KB) PETA -- Lokasi Red Corner (.PDF 138 KB) Bandung, Jawa-Barat (Dealer/Pengecer): Toko Buah QUEEN, Jl. Karapitan 29A Bandung, Jawa Barat Phone: (022) 730-1941 731-7209 Q: Apakah mudah untuk mencapai outlet Durian Juntak? A: Sangat mudah. Outlet pertama (headquarter) mudah dicapai dari segala penjuru Jakarta, karena dekat dengan jalan toll Cawang-Semanggi. Dari Pancoran Tebet Timur Raya. Setelah 250 m ada pertigaan ke kanan masuk ke Jl. Tebet Timur Dalam Raya. Sekitar 500 m dari pertigaan itu, di sebelah kanan, dua rumah setelah Toko Roti “Larisia” akan Anda temukan outlet pertama kami. Outlet kedua, yang berlokasi di Jl. Setiabudi Barat No. 1A, juga mudah ditemukan. Dari Jalan Sudirman, masuk ke Jl. Setiabudi Raya (di sebelah kanan Chase Plaza), 100 m setelah belokan ke kiri, di sebelah kanan akan mudah ditemukan Restoran Red Corner. Sedang yang di Bandung, kiranya juga tidak perlu diterangkan lagi, karena Toko Buah Queen di Jl. Karapitan no. 29A sudah amat terkenal dan dekat ke alun-alun Bandung. Q: Apakah pembelian di satu outlet dapat di-claim di outlet yang lain bila ternyata durian yang dibeli kurang memuaskan? A: Untuk outlet Jakarta, YA. Sedang pembelian di Bandung tidak dapat di-claim di Jakarta atau sebaliknya. Perlu kira-nya kami jelaskan bahwa claim hanya akan dilayani bila durian yang dibeli disertai label asli (tanpa perubahan pada benang pengikatnya) diserahkan kepada outlet kami. Q: Apakah Durian Juntak melayani orang yang ingin makan durian di outlet-nya? A: Mulai awal musim panen tahun 2004 (Desember) kami akan menyediakan fasilitas makan durian di Jl. Tebet Timur Dalam no. 119. Kami akan menyediakan 3 meja dengan 12 kursi (bila diperlukan dapat ditambah) bagi pelanggan yang ingin memakan durian di tempat itu. Kami juga akan menyediakan minuman ringan, kopi atau teh manis. Waktu buka adalah dari pukul 11 pagi hingga pukul 10 malam. Restoran “Red Corner” yang di Jln. Setibudi Barat no. 1A, juga melayani customer yang ingin memakan durian di tempat itu. Sedang toko buah “Queen” di Bandung hanya mengutamakan penjualan durian utuh atau durian isi saja. Namun demikian, apabila customer ingin memakan satu atau dua buah di tempat itu, sambil berdiri, pemilik toko tersebut tidaklah keberatan. Q: Selain berkebun durian, apakah Durian Juntak juga beternak anjing sehingga kadang-kadang mengiklankan anak anjing dobermann? A: Kami memang memelihara anjing dobermann cukup banyak, tetapi bukan untuk tujuan komersial. Tujuan utama adalah untuk menjaga keamanan kebun durian kami. Sekali-sekali anjing tersebut kami kawinkan dan anak-anaknya sebagian kami pelihara dan sebagian lagi kami jual. Q: Apa memang sering terjadi kehilangan durian di kebun sehingga diperlukan anjing dobermann yang terkenal sangat galak itu? A: YA, sebelum-nya sangat sering. Sebelum kami memelihara anjing dobermann, memang banyak kehilangan durian, walaupun sudah menyewa orang untuk menjaganya siang malam. Namun manusia sulit untuk terjaga sepanjang malam. Oleh karenanya kami putuskan untuk memelihara anjing dobermann yang setiap saat siap-siaga “menyambut” setiap orang, terutama pencuri yang masuk ke kebun. Hasilnya jauh lebih baik dibanding penjagaan oleh tenaga manusia. Para pencuri kelihatannya lebih takut pada anjing dobermann ini daripada penjaga manusia. Q: Mengapa memilih anjing dobermann, bukan anjing jenis lain, seperti German Shepherd (Herder), Bulldog, Rottweiler atau Pitbull? A: Kebetulan kepala keluarga kami, Midian Simanjuntak, di tahun 70-an menonton film berjudul “The Doberman Gang I & II,” yang menggunakan anjing-anjing dobermann untuk merampok bank. Film itu membuat Midian Simanjuntak sangat terkesan dan ingin memelihara anjing doberman. Keinginan itu baru dapat terwujud di tahun 1989. Sejak itu keluarga kami jatuh cinta pada anjing dobermann, dan tidak pernah lagi memelihara anjing jenis lain. Sebagai anjing penjaga, kami nilai bahwa dobermann adalah salah satu yang terbaik: sangat waspada (alert), gesit (speed), pemberani (fearless), kuat, atletis, dan cerdas. Q: Banyak orang mengatakan bahwa anjing dobermann sangat berbahaya serta merupakan “one man dog”. Apakah hal itu benar? A: Ya dan tidak. Karakter anjing pada dasarnya ditentukan oleh perlakuan yang dialaminya. Bila sering mendapat perlakuan kurang baik, maka dia akan menjadi anjing yang berbahaya. Tetapi anjing yang diperlakukan dengan baik, akan berkelakuan baik juga. Anjing-anjing dobermann kami berkelakuan ramah kepada semua orang yang sudah dikenalnya, seperti anggota keluarga kami dan para pegawai tetap di kebun. Tetapi kepada orang yang tidak dikenal dan tidak pernah bergaul dengan anjing-anjing tersebut memang sangat galak dan memang sudah lumayan jumlah orang yang pernah merasakan gigitannya. Q: Apakah mahal biaya pemeliharaan anjing dobermann? A: Biaya pemeliharaan anjing dobermann memang tidak murah, tetapi kami perkirakan masih tetap lebih murah dibanding nilai durian yang hilang setiap tahun walaupun sudah dijaga oleh manusia, bila tidak ada anjing dobermann tersebut. Kami juga menjadi merasa lebih aman tinggal dan tidur di kebun yang cukup jauh dari rumah tetangga. Q: Siapakah Dokter Hewan yang secara rutin mengawasi kesehatan anjing-anjing dobermann tersebut? A: Drh. Gindo Simanjuntak, PhD. Jl. Lamandau III / 7, Kebayoran Baru, Jak-Sel Tel. (021) 723-7417 HP. (081) 811-6501 Q: Mengapa produk Durian Juntak belum tersedia di supermarket atau toko buah terkenal di Jakarta? A: Pada umumnya supermarket atau toko buah terkenal merasa “di atas angin” dalam menghadapi para pemasoknya. Term and condition yang mereka berlakukan cenderung lebih menguntungkan mereka saja. Misalnya memberlakukan sistem "konsinyasi" atau pembayaran kemudian yang kadang-kadang berlarut-larut. Dengan demikian, pemasok menjadi penyedia modal bagi mereka (yang bermodal lebih kuat). Marjin (selisih harga jual dengan harga beli) yang mereka inginkan juga “keterlaluan,” tidak adil atau tidak fair; misalnya harga jual mereka dua kali lipat harga belinya. Salah seorang pemilik toko buah pernah mengutarakan risiko yang ditanggungnya sebagai justifikasi marjin yang demikian tinggi. Ketika kami tanyakan apakah sudah ada penjaga toko buah dalam gedung disambar petir, pemilik toko buah tersebut hanya dapat tersipu-sipu. Sampai sekarang, kami memang belum pernah menawarkan produk kami kepada supermarket atau toko buah terkenal. Kami ingin mencoba mempopulerkan sendiri dahulu nama kami, dengan menjual langsung kepada end-buyer. Lagi pula, kami menilai bahwa pelayanan yang kami berikan masih lebih baik daripada yang diberikan oleh supermarket dan toko buah (misalnya, kami melayani pembeli durian di Jln. Tebet Timur Dalam no. 119 Jakarta setiap saat, biar tengah malam sekalipun, asal menelpon dahulu). Produksi kebun kami juga masih relatif sedikit, baru mencapai 10 persen dari kapasitas penuhnya. Namun bila kelak ada supermarket atau toko buah yang bersedia bekerja sama dengan dasar saling membutuhkan dan saling menguntungkan, tidak tertutup kemungkinan produk kami akan tersedia di supermarket atau toko buah tertentu. Q: Dari pengalaman beberapa tahun ini, cara apa yang terbaik dan paling efektif dalam penyebaran informasi Durian Juntak? A: Dari mulut-ke-mulut. Mayoritas pelanggan baru kami adalah pembeli yang direkomendasikan oleh orang lain yang sebelumnya sudah pernah membeli durian kami. Dapat kami katakan bahwa 95% dari pembeli-baru yang sudah pernah mencicipi atau membeli durian kami, akan datang kembali pada musim panen berikutnya. Banyak para pelanggan yang meminta agar nama dan nomor telponnya kami catat untuk ditelpon bila durian kami sudah mulai panen. Q: Apa yang membuat customer Durian Juntak loyal? A: Pertama-tama dan yang paling penting, kami jujur dan terus terang kepada customer kami. Kami juga berusaha agar selalu konsisten dan memenuhi apa yang kami janjikan. Keuntungan jangka panjang lebih kami utamakan dibanding keuntungan jangka pendek, karena Durian Juntak kami inginkan akan bertahan sampai tujuh turunan. Kami juga berusaha memberi penjelasan yang memuaskan. Oleh karena produk kami bukan hasil manufacturing yang selalu bisa diuji sebelum dijual, memang tidak mustahil buah yang kami kira baik ternyata kemudian kurang memuaskan. Dalam hal seperti itu kami meminta maaf dan menawarkan pilihan: menggantinya dengan durian baru (bila tersedia) atau mengembalikan uang mereka. Q: Mengapa Durian Juntak baru terdengar sekarang, padahal sudah cukup lama mulai membuka kebun durian? A: Kami memang sudah cukup lama mulai mengebunkan durian Monthong, yakni sejak tahun 1987. Namun banyak sekali kendala yang kami hadapi, sehingga hasilnya sangat jauh dari yang kami harapkan semula. Manajemen kebun kami diserahkan kepada orang lain, yang ternyata kurang mampu untuk mengelolanya dengan baik. Kami sendiri memang meng-underestimate kesulitan mengelola kebun durian, khususnya jenis Monthong. Kami kira mudah, karena melihat durian kampung yang tanpa dirawat secara khusus dapat berbuah dan bertahan selama puluhan tahun. Ternyata penilaian kami itu salah sekali, hama dan penyakit durian rupanya banyak sekali. Banyak pohon durian kami yang mati setiap tahun, terutama oleh Phytophthora palmivora yang bila menyerang pangkal batang dijuluki penyakit kanker batang. Penyakit ini menyerang tanaman dari yang masih bibit hingga yang sudah tua sekalipun. Oleh karena daerah Cariu sebelumnya merupakan areal kebun karet, terdapat pula banyak jamur akar putih atau Rigidoporus lignosus, yang juga mematikan terutama bagi tanaman muda. Pendiri kebun ini sendiri, yakni Ir. Midian Simanjuntak, MBA, belum dapat sepenuhnya memberikan perhatian karena masih bekerja di BRI dan sering berpindah-pindah. Dari 951 pohon yang ditanam pada tahun 1987 hingga tahun 1997 yang masih hidup hanyalah 178 pohon. Hasil panen, yang masih sedikit, juga belum kami pasarkan, tetapi dibagi-bagikan saja kepada para kenalan dan teman. Barulah pada tahun 1999 hasilnya mulai kami jual kepada customer. Dan sejak itu jumlah produksi kami menanjak terus. Sejak pertengahan tahun 2001, setelah tidak aktif lagi bekerja di bank, manajemen kebun dipegang langsung oleh Ir. Midian Simanjuntak, MBA. Kebetulan pada saat itu, orang yang diserahi tanggung jawab menjaga kebun itu juga meminta berhenti. Sejak itulah kami lakukan research and development yang sangat intensif sehingga membawa kami ke level sekarang. Q: Bila memelihara durian Monthong begitu sulit karena rentan terhadap berbagai penyakit sehingga banyak yang mati, mengapa Durian Juntak tidak beralih saja pada durian unggul lokal? A: Kami sendiri memang pernah “tergoda” untuk beralih pada jenis unggul lokal. Suatu saat di bulan Agustus 1997, Midian Simanjuntak bertemu dengan Prof. Ali Wardhana, mantan Menteri Keuangan di awal pemerintahan Presiden Soeharto di club house lapangan golf Matoa. Beliau merupakan salah satu pelopor pekebun durian Bangkok yang sering diberitakan oleh media massa di tahun 70-an. Ketika Midian Simanjuntak menanyakan durian Bangkok tersebut, beliau menjawab: "It has become history. Kapok!. Pada mati semuanya. Saya ganti dengan durian lokal saja.” Ketika percakapan ini disampaikan oleh Midian Simanjuntak kepada orang yang mengurus kebun, responsnya adalah: “Ah, Pak, kalau nanam durian lokal, ya orang kampung juga bisa. Ngapain saya di sini?” Setelah memikirkan lebih mendalam dan saksama, akhirnya kami putuskan untuk tetap bertahan meneruskan memelihara jenis Monthong. Q: Ada yang berpendapat bahwa durian Medan, durian Jepara, atau durian Palembang lebih enak dari durian Monthong, apa benar begitu? A: Soal selera memang sulit diperdebatkan, karena setiap orang memiliki selera tersendiri. Tetapi dalam pendapat seperti itu ada masalah mendasar. Yang mana yang dimaksud dengan durian Medan, Jepara, atau Palembang sebenarnya tidak jelas. Di Sumatera Utara, seperti juga di daerah lain, terdapat banyak sekali ragam durian, mulai dari yang paling enak hingga yang paling hambar (Orang tua kami memiliki 15 pohon durian kampung dengan 15 rasa di Tanah Jawa, 20 km dari Pematang Siantar). Durian yang didatangkan dari Sumatera Utara ke Jakarta akan disebut durian Medan. Mungkin dipilih yang relatif baik, tetapi tetap tidak homogen seperti durian Monthong dari mana pun. Ada yang lebih enak dan ada juga yang kurang enak dibanding durian Monthong. Yang mengatakan bahwa durian Medan lebih enak dari durian Monthong biasanya adalah mereka yang menyukai durian yang mengandung “rasa pahit” (dalam bahasa Batak Tapanuli disebut “paet lada”). Durian Monthong impor, yang bukan matang pohon, pada umumnya memang tidak memiliki rasa seperti itu. Tetapi akan lain rasanya, bila durian Monthong tersebut matang pohon, seperti durian kami, dan ditunggu hingga mulai retak baru dibuka, “rasa pahitnya” akan ada. Q: Bolehkah saya mengunjungi kebun Durian Juntak sekedar melancong, berdiskusi, melihat kebun durian, bertemu-muka, atau bermain-main? A: Untuk sementara ini, kami masih sangat selektif terhadap orang yang ingin mengunjungi kebun kami. Kebun kami belum siap menjadi tujuan agrowisata. Pertama, kami masih sangat sibuk melakukan berbagai percobaan dalam rangka research and development, sehingga sangat terbatas waktu luang kami untuk menerima pengunjung. Kedua, banyak tanaman kami yang masih berusia muda, sehingga masih sangat rentan terhadap serangan penyakit. Kedatangan pengunjung tidak jarang membawa bibit penyakit, misalnya menempel pada ban kendaraannya. Ketiga, fasilitas untuk menerima pengunjung belum tersedia. Jalan masuk ke kebun kami dari jalan desa, sekitar 250 meter, masih berupa tanah yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan 4-wheel di musim hujan. Keempat, masih banyak ular tanah yang amat beracun, sehingga kami khawatir terhadap keselamatan para pengunjung, terutama anak-anak. Apabila berbagai kendala tersebut sudah tidak ada lagi, barulah kami bersedia menerima kunjungan publik. Hal ini sudah merupakan bagian dari rencana jangka menengah dan panjang kami. Namun bila Anda sungguh-sungguh berniat keras mengunjungi kebun kami, harap menghubungi kami terlebih dahulu. Q: Apa saja persyaratan yang perlu dipenuhi agar diperbolehkan mengunjungi A: Pada dasarnya tidak ada persyaratan tertentu bagi orang yang ingin mengunjungi kebun kami. Namun mereka yang berniat harus terlebih dahulu mendapat izin dari kami (dalam hal ini Ir. Midian Simanjuntak, MBA). Yang perlu kami jelaskan adalah bahwa fasilitas bagi pengunjung di kebun kami sangat kurang. Maklum kami masih memfokuskan perhatian pada perawatan tanaman, yang sebagian besar masih kecil-kecil dan muda. Pengunjung yang berupa rombongan kami harapkan membawa “bekal” sendiri berupa makanan atau minuman. Kami belum dapat memberikan pelayanan makan atau minum karena semua personil yang ada ditugaskan untuk merawat kebun dan mengurus anjing penjaga. Kami mengharapkan agar kunjungan seseorang ke kebun kami akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Misalnya kunjungan wartawan atau reporter akan kami sambut dengan senang hati. Kami juga akan menyambut gembira kedatangan investor yang berminat mengadakan kerja-sama, pedagang atau orang yang ingin menyaksikan sendiri kebenaran berbagai informasi yang disajikan dalam web-site ini. Q: Apa rencana jangka panjang Durian Juntak terhadap kebun durian di Cariu? A: Kebun di Cariu direncanakan akan dibuka untuk kunjungan publik atau menjadi objek agrowisata. Pada saat itu kami harapkan semua tanaman durian kami sudah dewasa. Untuk itu secara bertahap akan kami persiapkan jalan masuk yang lebih baik dan berbagai fasilitas yang diperlukan. Oleh karena daerah Jonggol dan Cariu diharapkan akan menjadi alternatif bagi Puncak yang sudah terlalu padat, ada kemungkinan kebun itu akan dilengkapi dengan fasilitas penginapan, dan kolam renang. Di samping persiapan yang berupa fisik, tentunya diperlukan juga persiapan bagi tenaga penerima tamu agar semakin meningkat, maka kami akan mulai ekspansi ke produk turunan, seperti dodol, kue, permen, atau es-krim. Dengan demikian pelanggan Durian Juntak dapat menikmati produk kami sepanjang tahun. Q: Bolehkah saya sebagai pedagang-buah menjadi distributor Durian Juntak di kota saya? A: Setiap permintaan seperti itu akan kami tanggapi dengan sangat serius. Namun perlu kami tegaskan, bahwa kami tidak bersedia bekerja-sama dengan pedagang yang tamak atau greedy. Bila Anda mengharapkan marjin yang sangat tinggi, seperti kebanyakan pedagang hasil pertanian, sebaiknya urungkan saja niat Anda menjadi distributor Durian Juntak. Anda tidak akan mengalami kerugian berbisnis dengan kami, tetapi janganlah langsung mengharapkan keuntungan besar dalam jangka pendek. Yang kami harapkan adalah distributor yang berorientasi jangka panjang, karena bisnis durian kami ini juga dimaksudkan untuk bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Mengingat produk kami adalah durian jatuhan, maka lama perjalanan dari kebun kami ke tempat Anda merupakan salah satu faktor penentu. Kami menuntut komitmen Anda dalam memuaskan kebutuhan para pencinta durian bermutu tinggi. Banyak pengusaha Indonesia yang bangkrut karena ketamakan pemiliknya: setelah produknya cukup laku timbul keinginan memperoleh untung yang lebih besar dengan menurunkan mutu produknya. Ambil sebagai contoh lembaran tripleks; dikatakan ketebalannya 4 mm tetapi kalau diukur hanya 3 mm. Hanya di negeri kita ini barangkali ada istilah “banci,” karena ukurannya tidak standar dan tidak sama dengan yang disebutkan. Bagi kami juga tidak masuk akal untuk apa kaleng cat yang satu liter hanya berisi 700 ml. Ketika pengusaha lain muncul dengan mutu yang standar dan lebih terjamin, barulah pengusaha tersebut sadar, tetapi sudah terlambat karena namanya sudah terlanjur rusak. Q: Apakah boleh membeli durian di kebun? A: Bila Anda sudah “terlanjur” datang ke kebun, dengan terpaksa akan kami layani. Kami sebenarnya belum ingin-dan-siap untuk dikunjungi karena masih sangat sibuk melakukan percobaan, mendidik para pekerja, dan belum memiliki tenaga yang dapat melayani tamu. Sistem kontrol dalam penjualan durian di kebun juga belum kami siapkan, sehingga hanya Midian Simanjuntak yang berwenang menjual durian di kebun. Apabila Midian Simanjuntak sedang tidak berada di kebun, mohon maaf, keinginan Anda untuk membeli durian tidak akan terkabul. Anda kemungkinan besar akan merasa heran dan menggerutu bila harga durian di kebun kami tetapkan lebih tinggi daripada harga di Tebet. Kebijakan seperti itu kami berlakukan agar Anda “kapok” membeli durian di kebun kami, dan terdorong membelinya ke Tebet. Q: Berapa hasil penjualan Durian Juntak dalam beberapa tahun terakhir ini? A: Khusus penjualan durian adalah sebagai berikut: 1999 -- Rp 20 Juta 2000 -- Rp 65 Juta 2001 -- Rp 151 Juta 2002 -- Rp 182 Juta 2003 -- Rp 226 Juta 2004 -- Rp 10+ Juta (gagal panen) Kegagalan panen tahun 2004 disebabkan cuaca yang menyimpang dari normal pada tahun 2003. Pada tahun 2003, panen berakhir pada bulan April. Pada bulan May sudah mulai terjadi musim kemarau, sehingga tidak ada kesempatan pohon durian kami untuk recovery. Biasanya bulan May hingga July masih cukup curah hujan untuk menyegarkan kembali pohon-pohon yang tenaganya terkuras karena berbuah (seperti orang atau hewan yang baru melahirkan). Pada waktu itu kami masih sedang memperluas jaringan pengairan dan tidak menduga kemarau akan begitu dini datangnya. Bulan Agustus pohon durian mulai mengeluarkan kembang dan bulan September mulai musim hujan. Hujan mendorong tumbuhnya tunas baru dan daun muda yang mengalahkan buah-buah yang baru terbentuk “menyedot’ nutrisi. Akibatnya, hampir semua buah yang sudah jadi, termasuk yang sudah lebih besar dari bola tennis rontok. Inilah salah satu contoh mengapa agribisnis itu dinilai berisiko tinggi. Tetapi ada kaidah investasi yang berbunyi “higher risk, higher return.” Q: Bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam daging buah durian? A: Berikut ini adalah kandungan nutrisi 100 gram daging buah durian yang kami kutip dari buku publikasi durian. Dalam publikasi itu diberikan berbagai angka yang berasal dari berbagai laporan para peneliti. Kami menyajikan angka terendah dan tertinggi. Perbedaan jenis durian, cara analisis, dan asal durian kelihatannya sangat mempengaruhi komponen isi daging buah durian.
Q: Apakah benar memakan durian berbahaya bagi penderita penyakit darah tinggi dan penyakit jantung? A: Kami juga sering mendengar pernyataan seperti itu. Tetapi hingga sekarang kami belum menemukan publikasi ilmiah yang menyatakan unsur apa dalam daging buah durian yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Kami akan merasa gembira bila ada ahli yang dapat menjelaskan dan menunjuk bahan kimia apa dalam tabel di atas yang berbahaya bagi penderita penyakit darah tinggi dan kelainan jantung. Togar Napitupulu (teman sekelas dari Midian Simanjuntak di SMA-IB Pematang Siantar tahun 1959-1962) punya pengalaman tersendiri tentang masalah ini. Pada tahun 2000 dia menjalani operasi by-pass jantung. Dokter menasehatinya agar tidak memakan durian. Selama 3 tahun dia “puasa” dari buah yang paling disukainya itu, sampai dia bertemu dengan seorang ahli gizi. Ahli gizi itu mentertawai dia dan dokter yang melarangnya memakan durian. Dia disuruh memeriksakan darah sebelum dan sesudah makan durian. Ternyata memang tidak ada perubahan nyata yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Sejak itu Togar Napitupulu kembali menikmati kelezatan durian. Sang ahli gizi mengatakan bahwa orang yang sedang makan durian sulit berhenti selama masih ada. Padahal memakan apapun kalau terlalu banyak dapat menyebabkan stroke, dan serangan jantung bagi mereka yang sudah tergolong penderita-berat. Q: Bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam biji durian? A: Berikut ini adalah kandungan nutrisi 100 gram biji durian yang kami kutip dari buku publikasi durian:
Q: Apakah orang non-Asia, seperti orang Eropa atau Amerika, suka makan durian? A: Pada umumnya tidak, terutama karena baunya yang menyengat. Baunya itu pulalah yang membuat durian dilarang dibawa ke hotel atau dalam penerbangan. Buah-buahan di daerah sub tropis yang biasa mereka konsumsi memang jarang yang berbau keras. Bagi yang sudah pernah memakannya mengatakan “Smells like hell, tastes like heaven.” Di akhir tahun 80-an Midian Simanjuntak punya teman sekantor bernama Evan Hassiotis (warga negara Junani, jebolan University of Arizona, beristeri orang Amerika, dan bekerja sebagai anggota konsultan Booz Allen & Hamilton). Suatu kali di Palembang, dia didorong-dorong tuan rumah (BRI Palembang) agar mau mencicipi durian, yang sebelumnya selalu dia katakan “skunk” (binatang mirip musang yang mengeluarkan bau busuk). Rupanya setelah cicipan pertama, lidahnya langsung “jatuh cinta” pada rasa durian. Dia makan dengan lahap hingga kenyang sekali, mendekati muntah. Sejak itu, selama musim durian, setiap sore dia singgah ke penjual durian di pinggir jalan Senayan. Sambil melahap daging buah durian dia seringkali menggumam: “Oh, bloody bule, always says this is a skunk. I have wasted my two precious years not eating this heaven’s fruit. This is the real heaven’s fruit. Oh, I love it!” Isterinya tidak mau dia ajak ikut makan durian dan tetap tidak tahan terhadap baunya. Hanya satu dari dua putranya yang ikut menjadi maniak durian. Bila dia makan durian, dia dilarang tidur di kamar tidur dan terpaksa tidur di sofa di ruang keluarga. “My wife will not go anywhere. But durian is not available all-year-round,” katanya. Dia, yang masih muda (38 tahun), memilih memakan durian dibanding hubungan seks dengan isterinya. Q: Kapan kebun Durian Juntak dimulai? A: Walau lahan telah tersedia sejak tahun 1981, kami baru dapat melakukan penanaman di awal musim hujan tahun 1987. Pada waktu itu kami tanam sebanyak 951 bibit durian Monthong, 364 lengkeng Bangkok, 112 rambutan Rafiah, dan beberapa tanaman buah lain untuk konsumsi sendiri. Manajemen kebun sehari-hari kami percayakan kepada orang lain yang berpengalaman berkebun cengkeh di Sumatera Utara, karena Midian Simanjuntak sendiri masih bekerja di Bank Rakyat Indonesia. Ternyata pengalaman memelihara cengkeh belum cukup untuk berhasil dalam memelihara durian Monthong. Q: Di mana letaknya kebun Durian Juntak? A: Dusun Mekarsari, Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat, Indonesia. Kebun kami mudah diakses melalui jalan raya Cibubur – Cileungsi – Jonggol – Cariu – Ciranjang/Cianjur. Dua ratus meter setelah batu kilometer JKT 87, ada jalan desa ke kanan menuju ke kebun kami sejauh 2 km. Perlu kiranya disadari bahwa jarak 87 km itu adalah dari stasiun kereta api Kota Jakarta. Bila melalui jalan toll Jagorawi, dari interchange Cawang hanya 60 km, atau sekitar 45 km dari exit Cibubur. ![]() Click Gambar untuk melihat peta yang besar dan jelas. Q: Apakah lokasi tersebut memang benar-benar cocok untuk berkebun durian? A: Ya. Sebelum kami membeli tanah di lokasi tersebut (1981), terlebih dahulu kami perhatikan apakah banyak tanaman durian di sekitarnya. Daerah Jonggol sejak dahulu memang sudah terkenal sebagai salah satu daerah penghasil durian. Cariu sendiri seringkali dianggap orang adalah bagian dari Jonggol. juga cukup tinggi. Sumber air dari kali alam juga ada di kebun kami, sehingga kebutuhan air yang banyak bagi tanaman durian dapat kami penuhi. Q: Bagaimana tingkat produksi Durian Juntak sekarang? A: Produksi kami saat ini (2004) masih sangat rendah, mungkin baru mencapai 10 persen dari kapasitas optimalnya. Mayoritas pohon durian kami masih berusia muda, bahkan ada yang baru ditanam. Jumlah produksi kami akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah pohon yang mulai berbuah dan usia pohon yang semakin dewasa. Q: Mengapa produksi Durian Juntak begitu rendah, padahal sudah sejak tahun 1987 dimulai penanaman pertama? A: Pada awalnya kebun durian kami dikelola oleh orang lain yang belum berpengalaman dan kurang profesional, sehingga hasilnya jauh dari yang diharapkan. Banyak tanaman yang mati karena terserang penyakit phytophthora palmivora yang merupakan “musuh” utama bagi durian. Angka-kematian 50% sering terjadi, di masa-masa awal perkebunan kami. Di masa 12-tahun awal-awal operasi kami dapat dikatakan merupakan bencana. Kami bermula sebagai amatir, menjumpai banyak kesulitan, dan mengenyam banyak kepahitan. Kami membayar sangat mahal, baik waktu dan uang, untuk belajar merawat durian. Sejak pertengahan tahun 2001 pengelolaan kebun sepenuhnya ditangani oleh Midian Simanjuntak, karena dia sudah tidak terikat lagi pada pekerjaan di kantor dan pada saat yang sama manajer kebun itu minta berhenti. Sejak itu dilakukan berbagai perubahan, perbaikan, dan penelitian. Hasilnya, dalam tahun 2004 ini tidak ada lagi pohon dewasa yang mati. Padahal di tahun-tahun sebelumnya puluhan pohon dewasa selalu mati mendadak. Bahkan yang sebelumnya sudah sakit parah dan hampir mati, dapat sembuh dan menjadi sehat kembali. Tingkat kematian tanaman muda juga sudah menurun secara drastis. Sekarang kami sudah merasa optimis dan yakin bahwa tingkat produksi kami setiap tahun akan meningkat dengan cepat. Q: Adakah rencana perluasan, dan pemekaran kebun Durian Juntak? A: Ya, tetapi masih secara bertahap, sesuai dengan kemampuan finansial kami. Keterbatasan tenaga ahli juga membuat kami harus hati-hati melakukan ekspansi, karena hanya Midian Simanjuntak sendiri yang sudah benar-benar menguasai pengelolaan kebun durian. Bila anggota keluarga kami yang kuliah di Amerika (3 orang) sudah ada yang kembali ke Indonesia, barulah kami akan melakukan ekspansi yang lebih besar. Q: Adakah rencana ekspor Durian Juntak ke luar negeri? A: Hal itu bukannya tidak kami pertimbangkan. Tetapi kami nilai untuk masa yang cukup jauh ke depan, menjual ke pasar lokal masih lebih menguntungkan. Indonesia sendiri masih mengimpor durian dari Thailand dan Malaysia ribuan ton setiap tahun. Perluasan kebun durian hingga puluhan ribu hektar pun belum akan sanggup memenuhi permintaan konsumen kita. Bila biaya pengangkutan melalui udara semakin terus menurun, maka akan semakin feasible untuk merambah pasar luar negeri. Kami ingin tetap menghasilkan durian matang pohon dan enggan beralih ke durian petikan, sehingga hanya menggunakan jasa angkutan udara yang cocok bagi kami. Sudah banyak sekali permintaan dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia yang ingin mencoba produk kami, namun terpaksa masih kami tolak. Mereka ingin mencicipi durian yang benar-benar matang dan bercita-rasa penuh. Produk kami sebenarnya sudah sering dikirim oleh customer ke luar negeri, terutama ke Saudi Arabia. Isi durian yang sudah didinginkan dimasukkan ke dalam Styrofoam-box, dilak, lalu dibungkus dengan kantong plastik tebal dan diikat dengan ketat. Setelah yakin bahwa baunya tidak ada lagi yang keluar, barulah dititipkan kepada teman atau saudara mereka yang akan berangkat ke Tanah Suci. Ketika melayani permintaan seperti itu, tidak jarang kami menerima celutukan, “Wah, durian-nya naik haji, yang punya belum!” Q: Apakah Durian Juntak bersedia bekerja sama dengan pihak lain? A: Setiap ajakan kerja sama akan kami pertimbangkan dengan saksama. Namun kami akan sangat berhati-hati untuk melindungi rahasia perusahaan dan intellectual property kami. Oleh karenanya, dalam membuka dan memelihara kebun misalnya, partner kami tidak boleh ikut campur-tangan. Kami harap Anda tidak ragu dan segan menghubungi kami (di Tebet, Jakarta) bila ingin menjajagi kerja sama yang saling menguntungkan. Q: Apakah Durian Juntak bersedia melakukan franchise (wara-laba) dan sistem plasma? A: Setelah kami pertimbangkan dari berbagai segi, franchise dan sistem plasma (Durian Juntak sebagai perusahaan inti) tidak mungkin kami lakukan. Pertama, amat sulit untuk mengawasi mutu durian yang diproduksi. Kedua, dengan melakukan franchise maupun sistem plasma, maka berbagai aspek yang merupakan rahasia perusahaan dan intellectual property kami menjadi terbuka kepada umum. Di awal penanaman tahun 1987 sudah terpikir oleh kami untuk membagi-bagikan bibit durian Monthong kepada para petani di sekitar kebun kami. Hasilnya akan kami tampung dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga yang biasanya diberikan oleh para pedagang durian. Namun pada saat itu jumlah bibit yang tersedia sangat terbatas, sehingga gagasan untuk membantu para petani itu tidak dapat terlaksana. Untunglah hal itu tidak jadi kami lakukan, karena ternyata memelihara durian Monthong amat sulit . Waktu dan kemampuan kami untuk membimbing mereka juga hampir tidak ada. Melakukan franchise atau sistem plasma dapat merusak reputasi Durian Juntak, karena mengawasi mutu durian yang diproduksi oleh orang lain sangat sulit. Oleh karenanya, semua perluasan kebun hanyalah akan dimiliki dan dikelola oleh keluarga kami sendiri. Pemekaran ke pihak lain hanyalah di bidang pemasaran. Q: Apakah bisnis durian menggiurkan dan berprospek cerah? A: Ya. Setiap tahun Indonesia mengimpor ribuan ton durian dari Thailand. Dan hampir sepanjang tahun toko buah dan supermarket kita menjual durian impor. Pasar ekspor juga berkembang terus. Seorang pakar pertanian kelas dunia memperkirakan bahwa pasar durian dunia berkisar antara 2 hingga 3 milyar dollar AS setahun. Masalah utama yang dihadapi adalah banyaknya hama dan penyakit yang menjadi “musuh” durian. Bila masalah tersebut dapat diatasi maka berkebun durian akan sangat menguntungkan. Q: Di mana kelebihan Durian Juntak baik dalam hal teknologi, keuangan, manajemen, pemasaran, maupun informasi? A: Masa-masa terpahit kami adalah 12 tahun pertama di mana berbagai kegagalan, terutama kematian pohon durian, hampir membawa malapetaka keuangan bagi kami. Namun kami tidak putus asa, karena kami melihat bahwa dari segi pasar, berkebun durian sangat menguntungkan. Setelah Ir. Midian Simanjuntak, MBA tidak terikat lagi pada pekerjaan rutin di kantor, barulah dimulai menekuni manajemen kebun kami dengan sungguh-sungguh. Setahap demi setahap terjadi perbaikan dalam segala aspek sehingga menumbuhkan rasa percaya diri pada kami. Kami semakin optimis bahwa berbagai kendala sudah dapat kami atasi dengan baik. Persentasi kematian pohon semakin menurun dengan drastis, hasil panen sudah cukup untuk membiayai pemeliharaan dan perawatan kebun walaupun kapasitas produksi masih rendah. Jumlah customer kami juga meningkat setiap tahun. Kami juga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan membuka web-site di internet, sehingga sumber customer tidak lagi terlalu tergantung pada pemasangan iklan di media massa. Q: Apakah harga durian Durian Juntak lebih murah atau lebih mahal dibanding durian Monthong impor yang dijual oleh toko buah atau supermarket? A: Harga durian kami kadang-kadang lebih murah, tetapi tidak jarang juga lebih mahal. Setiap hari kami selalu me-monitor harga durian monthong di toko buah dan supermarket, tetapi kami memang tidak dapat dan tidak “reasonable” mengikuti pergerakan harga yang mereka tetapkan, yang setiap hari bisa berubah. Soalnya, harga durian monthong impor mengalami fluktuasi, tergantung banyaknya durian masuk, dan kualitas-nya. Pada saat buahnya baru datang dan segar, mereka mematok harga tinggi. Pada saat itu kemungkinan besar harga durian kami lebih rendah. Setelah dua atau tiga hari, bila belum habis, harganya mereka turunkan. Dua atau tiga hari kemudian mereka turunkan lagi. Ini sangat wajar, karena kualitas durian yang belum laku tentunya setiap hari akan menurun. Semakin lambat sebuah durian petikan matang berarti semakin muda usia buah tersebut ketika dipetik dan semakin kurang enak rasanya. Setelah harganya mereka turunkan beberapa kali, maka harganya sudah di bawah harga durian kami. Pada saat seperti itu tidak jarang kami menerima telpon dari calon pembeli yang merasa heran, kok durian kami lebih mahal dari harga yang ditawarkan oleh toko buah atau supermarket. Padahal mutu durian mereka itu mungkin sudah tidak layak lagi dikonsumsi, lalu “diobral” daripada dibuang ke tong sampah. Bagi kami tidak berlaku hal seperti itu sehingga tidak masuk akal melakukan penurunan harga, karena mutu durian kami tidak menurun dengan berjalannya waktu. Durian yang kami jual adalah durian segar matang pohon yang setiap hari diturunkan dari pohonnya. Q: Apa benar, sih, durian Monthong produksi Durian Juntak semuanya matang pohon atau jatuhan? A: Ya. Karena membuat matang pohon atau jatuhan lebih mudah bagi kami. Keraguan seperti itu wajar sekali, karena durian lokal atau kampung sendiri sudah sangat jarang yang jatuhan. Sebabnya tidak lain adalah karena para petani kita pada umumnya hanya memiliki beberapa pohon, sehingga tidak ekonomis untuk menjaganya siang malam. Yang umum terjadi ialah penjualan secara “tebas” atau borongan kepada tengkulak. Sang tengkulak menggaji orang menjaganya beberapa saat hingga ada yang mulai jatuh. Setelah itu mulai dilakukan pemetikan, karena terlalu mahal bagi sang tengkulak untuk terus membayar penjaga, padahal yang dijaga hanya dua atau tiga pohon. Sedang bagi kami, biaya penjagaan itu relatif murah, karena semuanya berada dalam satu area. Dengan adanya anjing-anjing dobermann, biaya penjagaan bagi kami semakin lebih murah lagi. Sebulan sebelum mulai ada yang jatuh, para pekerja kami mengikatkan setiap buah dengan tali ke dahannya. Ketika durian sudah mulai jatuh, beberapa kali dalam sehari setiap pohon diperiksa untuk menurunkan buah yang sudah copot dari tangkainya. Pekerjaan seperti itu tentunya tidak sulit dan tidak memerlukan keahlian. Lain halnya dengan pemetikan, dibutuhkan latihan dan pengalaman yang banyak baru dapat melakukannya dengan hasil yang baik. Memang ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa apabila durian dipetik seminggu sebelum jatuh, mutunya sudah hampir sama dengan yang jatuhan. Tetapi menjadi pertanyaan yang belum terjawab: bagaimana caranya mengetahui bahwa suatu buah akan jatuh seminggu lagi? Cara yang paling banyak digunakan hingga sekarang ialah dengan mengetuk buahnya dan memperhatikan suaranya. Untuk mengetuk buah yang berada jauh dari batang utama juga sulit, karena dahan yang diinjak terlalu jauh dapat patah dan merusak pohonnya. Di sini peluang bagi kesalahan yang manusiawi atau human-error sangat besar. Tidak mustahil akan terpetik buah yang masih muda dan tidak akan mau matang, sehingga tidak akan laku dijual. Nah, setelah mendapat penjelasan ini, apakah Anda masih tetap meragukan bahwa durian kami semuanya jatuhan? Durian impor memang terpaksa harus berupa durian petikan agar bertahan tidak terbuka dan busuk dalam perjalanan yang cukup lama. Bahkan durian Medan atau durian daerah yang dijual di Jakarta juga adalah durian petikan, karena durian lokal biasanya cepat retak lalu terasa asam. Q: Berapa harga jual buah durian Durian Juntak? A: Kami senantiasa mengikuti harga buah durian impor sembari memperhatikan situasi pasokan (supply) dan permintaan (demand). Namun dalam tiga tahun terakhir harga durian kami tidaklah berfluktuasi secara tajam. Harga durian utuh berkisar di antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Sedang harga isinya saja, seperti umumnya dilakukan oleh supermarket dan toko buah adalah 3 kali lipat harga buah utuh. Bagi pembelian dalam jumlah banyak dapat kami berikan discount, tetapi tetap tergantung pada situasi pasokan dan permintaan. Silahkan menelpon (021) 831-2416 sebelumnya untuk mengetahui harga dan ada tidaknya persediaan kami di musim durian. Q: Dibanding harga durian lokal, apakah harga Durian Juntak tidak terlalu mahal? A: Memang demikian umumnya persepsi orang. Katakanlah ketika harga durian kami Rp 25.000/kg, durian yang berbobot 4 kg akan berharga Rp 100.000. Akan langsung terdengar mahal, bukan? Tetapi cobalah belanjakan Rp 100.000 di penjual durian di tepi jalan, mungkin akan diperoleh 3 atau 4 buah durian lokal atau durian kampung, yang rasanya berbeda-beda bila tidak berasal dari satu pohon. Kemudian keluarkanlah dan pisahkanlah daging buah (yang kita makan) kedua jenis durian itu. Kemungkinan besar bobot daging buah durian kami akan lebih berat. Artinya, bila dilihat dari segi rasio harga dan berat daging buah yang dapat dimakan, rasio durian Monthong kami akan lebih kecil. Artinya, harga durian kami lebih murah. Sebabnya tidak lain karena durian monthong berdaging buah amat tebal dan berbiji kempes. Sedang durian lokal atau kampung kebanyakan berbiji besar dan berdaging buah tipis. Ini baru dari segi harga. Kelebihan durian kami lainnya ialah dijamin matang pohon dan bila kurang memuaskan dapat dikembalikan. Pembeli tidak perlu menjadi ahli dalam memilih durian yang baik karena rasa durian kami standar dan seragam sehingga pembeli tidak akan pernah merasa tertipu. Q: Kapan musim panen durian Durian Juntak? A: Masa panen umum atau raya adalah di bulan Desember hingga April. Sedang panen selingan atau kecil di bulan Juli hingga Oktober. Masa panen ini sangat dipengaruhi oleh siklus iklim dan cuaca, sehingga dapat terjadi pergeseran. Masa panen kami (yang berada di Selatan khatulistiwa) berseberangan dengan masa panen durian Thailand dan Malaysia (yang berada di Utara khatulistiwa). Keadaan ini membuka peluang ekspor durian ke Thailand di musim panen raya di pulau Jawa. Q: Apa kelebihan durian monthong Durian Juntak dibanding durian yang dijual oleh toko buah, supermarket, pinggir jalan, atau impor dari Thailand? A: Durian yang dijual oleh toko buah, supermarket, pinggir jalan atau durian impor semuanya adalah durian petikan. Akibatnya rasa durian-durian tersebut belum mencapai tingkat yang maksimal. Bila yang dijual adalah durian asal lokal, maka mutunya biasanya tidak seragam karena berasal dari beberapa pohon yang tidak sejenis. Sedang durian kami dijamin seragam dan semuanya adalah durian matang pohon atau jatuhan. Dari penampilan yang dapat dilihat dengan mata saja sudah akan terlihat perbedaan durian petikan dengan durian kami; kulit durian kami akan terlihat lebih segar dengan tangkai yang masih utuh dan belum kisut. Bila ada durian kami yang kurang memuaskan, kami memberi garansi untuk mengganti buah itu atau mengembalikan uang Anda. Q: Saya tetap lebih menyukai durian impor dari Thailand. Apa komentar Durian Juntak? A: Kami berpegang teguh pada adagium lama, “Pelanggan merupakan Raja," Anda yang memutuskan apa yang ingin anda beli. Lagi pula, masalah selera tidak pantas diperdebatkan, karena tidak akan pernah ada titik temu di antara dua orang yang memiliki selera berbeda. Kami hanya dapat memberi penjelasan yang se-objektif mungkin. Bangkok itu 3.500 km dari Jakarta, yang memerlukan waktu seminggu bagi kapal laut, sementara durian jatuhan hanya tahan 2 hingga 5 hari sebelum retak karena terlalu matang. Agar lebih tahan lama dan tidak terlalu matang atau busuk dalam perjalanan, durian-durian dari Thailand senantiasa dipetik sebelum matang pohon. Proses durian Thailand hingga di Jakarta misalnya adalah sebagai berikut: Dipetik oleh pekebun lalu dikumpulkan – dijual kepada pedagang dan disortir – diteruskan kepada eksportir – packing dan pemeriksaan oleh karantina – menunggu kapal pengangkut – dalam perjalanan laut – tiba di Tanjung Priok – pembongkaran muatan dan pemeriksaan oleh karantina – pengurusan pengeluaran dari pelabuhan – pengangkutan ke gudang atau cold storage – dan setelah negosiasi akan diangkut ke toko buah atau supermarket. Waktu yang diperlukan untuk semua itu diperkirakan minimal dua minggu. Ada juga yang diangkut dengan pesawat terbang dan mutunya lebih baik (lebih mendekati matang pohon), tetapi harganya menjadi jauh lebih tinggi. Q: Wah, panjang sekali prosesnya. Apa saja pengaruhnya terhadap kualitas durian yang diimpor dari Thailand itu? A: Sebenarnya di sana-sini sudah cukup banyak kami berikan penjelasan mengenai perbedaan durian Monthong impor dengan durian kami. Ada pepatah yang berbunyi, “The taste of the pudding is in the eating.” Oleh karenanya kami sarankan agar Anda membandingkan sendiri rasa durian Monthong impor dengan durian kami. Pada umumnya, orang yang sudah pernah mencicipi durian kami tidak tertarik lagi membeli durian impor. Biarpun harga durian impor sedang jatuh, misalnya 40 persen lebih murah dari harga durian kami, mereka tetap memilih durian kami. Bagi kebanyakan maniak durian, seperti para penggemar masakan atau restoran tertentu, kepuasan lebih penting daripada harga. Q: Bagaimana kebiasaan orang Thailand memilih durian? Apakah sama dengan kita? A: Walaupun Thailand adalah eksportir durian terbesar, namun jumlah yang diekspor sebenarnya hanyalah 15 persen dari total konsumsi mereka. Masyarakat Thailand lebih menyukai durian yang hampir matang, dan belum empuk. Durian yang sudah terlanjur menjadi lembek dijadikan bahan untuk pembuatan dodol, permen, atau makanan olahan lainnya. Sedang penggemar durian kita pada umumnya lebih menyukai yang benar-benar matang, dan empuk. Q: Mengapa Durian Juntak selalu menganjurkan agar pembeli terlebih dahulu menelpon sebelum datang ke Tebet? A: Kami anjurkan demikian agar Anda tidak sampai merasa kecewa. Lebih-lebih bila diingat bahwa Jakarta merupakan salah satu kota termacet di dunia. Oleh karena durian kami semuanya jatuhan, maka kami tidak dapat menyesuaikan jumlah persediaan terhadap permintaan. Kami terpaksa mengurutkan nama pembeli dalam daftar kami, terutama di masa awal dan akhir panen, jumlah yang jatuh sedikit. Pada situasi seperti itu, kami akan menelpon pembeli yang telah lebih dahulu mendaftar. Q: Apakah saya dapat memesan durian melalui web-site ini? A: Boleh saja. Namun perlu kami beritahukan bahwa web-master Durian Juntak ini berada di Amerika Serikat. Pemesanan melalui web-site ini akan diteruskan ke Jakarta melalui e-mail, yang belum tentu akan dibuka setiap hari. Besar kemungkinan pesanan Anda akan terlambat dilayani. Oleh karenanya sebaiknya Anda mengontak langsung ke Telpon (021) 831-2416 atau Fax (021) 8370-0042. Bila persediaan kami belum ada, mohon diberikan nama, dan nomor telpon Anda agar kami cantumkan dalam daftar pemesan kami. Kami akan menelpon pemesan berdasarkan urutan pemesanan yang kami catat. Anda juga dapat mengirim SMS Text-Message ke kami: (021) 7072-0898. Q: Bila saya ingin membeli padahal saya orang yang sangat sibuk, apakah Durian Juntak bersedia mengantarnya? A: Tergantung pada jumlah yang Anda beli. Bila jumlahnya sedikit, kami enggan mengantarnya, terkecuali Anda bersedia membayar biaya transportnya. Kami mohon pengertian, terutama di Jakarta yang lalu lintasnya hampir di setiap area macet. Q: Bila saya ingin membeli durian untuk diberikan kepada seseorang sebagai “hadiah” atau oleh-oleh, apakah Durian Juntak bersedia melayaninya? A: Ya. Hal seperti itu sudah sering kami lakukan, terutama atas permintaan customer yang sudah kami yakini kredibilitasnya. Tetapi bila Anda merupakan pelanggan baru, kami minta terlebih dahulu dibayar. Kami akan mengepak duriannya dalam dus dengan penampilan yang cukup menarik dan mengantarkannya ke tujuan. Kami akan lebih berhati-hati memilih durian yang akan dikirim, karena si penerima biasanya sungkan atau rikuh melakukan claim penggantian apabila ada yang cacat, kurang baik, atau kurang enak. Kami akan berusaha sekuat mungkin agar jangan sampai orang yang Anda kirimi durian merasa kurang puas atau kecewa. Q: Mengapa Durian Juntak sedemikian yakin bahwa kualitas duriannya lebih baik dari durian impor? Bukankah barang impor akan lebih baik dari produk lokal? A: Dengan perasaan getir, harus kami akui bahwa mutu kebanyakan produk lokal Indonesia seringlah lebih rendah dari mutu produk impor. Namun dalam hal buah durian ini, justru kami ingin membuktikan kebalikannya. Penyebabnya tidak lain adalah sifat produk itu sendiri yang tidak tahan lama disimpan. Kebun Durian Juntak hanya 65 km dari kediaman kami, yang dapat ditempuh paling lama 2 jam dengan kendaraan beroda empat. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi kami untuk memetik durian agar lebih tahan dalam perjalanan, seperti durian Thailand atau Malaysia. Memetik durian sebelum matang pohon, bagaimana pun sama dengan memberhentikan proses biologis yang seharusnya masih terus terjadi dalam buah tersebut. Bagi durian yang dipetik, proses penyempurnaan berbagai elemen kimiawi akan terhenti karena sudah terputus dari induknya. Tidak heran bila aroma durian impor tidak setajam durian matang pohon kami. Bagi yang menyukai durian yang memiliki “rasa pahit,” hanyalah dapat menemukannya pada durian Monthong jatuhan. Q: Apakah mutu pelayanan Durian Juntak akan berkurang karena saya tidak dapat datang pada saat yang sudah saya janjikan? A: Kami berusaha memberikan pelayanan yang sebaik mungkin. Memang ada juga beberapa pembeli yang kurang sportif. Melalui telpon sudah dikonfirmasikan bahwa dia akan datang pada pukul sekian untuk mengambil durian pesanannya. Tetapi sampai beberapa jam tidak muncul. Kami biasanya mencoba menghubungi yang bersangkutan, tetapi telponnya tidak diangkat atau hand-phone-nya sedang dimatikan. Dalam situasi seperti itu, apabila ada pembeli lain, akan kami berikan. Harap dimaklumi, produk kami termasuk perishable atau tidak dapat ditahan lama, karena mengalami proses kimiawi yang berkelanjutan. Kami akan sangat berterima kasih apabila pembeli yang berhalangan datang memberitahukannya melalui telepon kepada kami, sehingga durian yang sudah kami sisihkan sebagai pesanan dapat kami jual kepada orang lain. Kami selalu berusaha menepati janji kami sebagai perwujudan penghargaan kami kepada customer. Bila Anda ingin dihormati, maka mulailah dengan menghormati orang lain. Sportivitas pembeli sangat kami butuhkan agar kami juga dapat melayani pembeli lain dengan sebaik mungkin. Customer yang tidak menepati janji akan kami catat sebagai pelanggan yang tidak mendapat prioritas tinggi. Q: Bolehkah saya mengetahui berbagai kunci rahasia kesuksesan Durian Juntak dalam menanggulangi hama dan penyakit durian? A: Maaf. Kami telah menghabiskan banyak waktu dan dana untuk menanggulangi berbagai serangan hama, dan penyakit durian. Kami tahu beberapa pekebun durian sudah menyerah karena kewalahan mengatasi kematian pohon durian yang terus-menerus. Ada 61 jenis serangga dan 8 jenis nematoda yang sudah diketahui mengganggu tanaman durian. Terdapat pula 3 jenis bakteri dan 60 kelompok jamur penyebab penyakit pada durian. Salah satu penyebab penyakit yang paling mematikan, baik bagi durian maupun banyak tanaman pohon lainnya, adalah Phytophthora. Walaupun pada awalnya berkebun durian lebih banyak merupakan hobby bagi kami, namun setelah merasakan pahitnya pengalaman kami selama 12 tahun, orientasi kami berubah menjadi bisnis murni. Kami tidak akan menjawab pertanyaan seputar teknis pertanian, karena itu sudah termasuk rahasia bisnis. Kami bukan scientists (ilmuwan) melainkan businessmen (pengusaha). Mau tau apa perbedaan scientist dengan businesmen? Scientists mendapat rezeki dengan memamerkan ilmunya, sedang businessmen berjaya dengan menyembunyikan pengetahuannya. Q: Bila saya ingin berkebun durian, apakah peluang untuk berhasil cukup besar? A: Pertanyaan itu amat sulit kami jawab dengan memuaskan. Kami sendiri sudah mengalami betapa pahitnya; 12 tahun mengeluarkan uang terus-menerus tanpa pemasukan (cash inflow) sama-sekali. Perlu diingat, apabila suatu kebun dibiarkan tidak terurus selama setahun saja, maka kebun itu akan kembali ke titik nol. Oleh karenanya, dari segi finansial saja Anda harus sudah siap membiayainya selama 6~7 tahun, dengan asumsi bahwa semuanya akan berjalan baik. Sekali Anda masuki bisnis ini akan sulit untuk keluar tanpa pengorbanan yang besar. Investasi awal (di luar tanah) saja sudah cukup besar, misalnya untuk sumber air dan jaringan penyiraman di musim kemarau. Bagaimana dengan aspek teknis kebun? Memang cukup banyak buku dan bahan bacaan dalam bahasa Indonesia tersedia di toko buku atau perpustakaan. Tetapi dari pengalaman kami, bahan bacaan tersebut masih kurang memadai untuk menjamin berhasilnya suatu kebun durian. Seperti sudah kami katakan sebelumnya, hama dan penyakit durian amat banyak dan tidak mudah diberantas. Selain penguasaan teknologi dan kemampuan finansial yang memadai, sangat dibutuhkan kerajinan, kesabaran, keuletan dan ketekunan yang tinggi. Oleh karenanya, hanya orang yang memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap makhluk hidup (hewan, dan tanaman) yang berpeluang sukses. Merawat hewan atau tanaman jauh lebih sulit dibanding merawat manusia, karena mereka tidak bisa mengatakan apakah mereka lapar atau sakit. Bila semua itu Anda miliki, silahkan mencobanya. Semoga berhasil. Q: Apakah Durian Juntak juga menjual bibit durian Monthong? A: Ya. Kami menyediakannya karena desakan para customer kami yang ingin memiliki dua atau tiga pohon durian Monthong di pekarangannya. Sampai sekarang penjualan bibit durian masih merupakan bisnis sampingan saja bagi kami. Kami hanya menyediakan beberapa contoh bibit di Tebet, sehingga apabila ada yang berniat membeli lebih dari 5 pohon, mohon diberitahukan seminggu sebelumnya, agar kami punya kesempatan untuk mendatangkannya. Semua bibit yang kami jual adalah hasil okulasi (budding), sehingga buahnya di kemudian hari akan seragam, yakni Monthong. Q: Berapa harga bibit durian Monthong (FOB Tebet, Jakarta)? A: Bibit ukuran kecil Rp 25,000/pohon (umur batang bawah 1.5 – 2 tahun, tinggi 50 – 65 cm) dan bibit besar Rp 50,000/pohon (umur batang bawah 2.5 – 3 tahun, tinggi 125 – 150 cm). Harga itu adalah harga FOB di Tebet, dan sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pembelian lebih dari 10 bibit akan diberikan discount. Untuk pesanan dari luar kota Jakarta, bila jumlahnya sedikit belum dapat kami layani, pembeli harus mengusahakan sendiri pengangkutannya. Namun, bila jumlah yang dipesan cukup banyak, kami akan mencoba mencari perusahaan ekspedisi yang mau dan sudah biasa mengangkut bibit. Bagi pemesanan lebih dari 10 bibit, kami minta diberikan tanda jadi atau persekot. Persekot tersebut terutama dimaksudkan untuk biaya mengangkut kembali bibit-bibit tersebut dari Tebet ke kebun, apabila pemesan membatalkan pembeliannya. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening kami di BCA, Bank Mandiri, atau Bank BRI. Q: Bila saya membeli bibit dari Durian Juntak, apakah akan diberikan bimbingan tentang teknik penanaman, pemeliharaan dan pemupukan? A: Maaf. Pada dasarnya kami hanya menjual bibitnya saja dan bukan merupakan “core business” bagi kami. Beberapa petunjuk umum mungkin dapat kami berikan. Namun bila sudah menyangkut “rahasia perusahaan”, tidak akan kami berikan. Banyak bahan bacaan dan buku-buku mengenai durian tersedia di toko-buku atau perpustakaan. Q: Di manakah lokasi & informasi dari server Durian Juntak? A: Server Durian Juntak berada di Pennsylvania, USA. Download Speed Delegation Check WhoIS Domain Dossier Uptime Ping NSLookup Whois.SC Complete Information Traceroute: Tucson (USA) Sprint (USA) MCI (USA) UA (USA) Gridnet (USA) Q: Apakah Durian Juntak bersedia menjawab pertanyaan yang belum tercakup dalam Tanya-Jawab ini? A: Tentu. Silahkan mengontak kami melalui telpon (021-831-2416), fax (021-8370-0042), e-mail (durian@juntak.com), SMS text-message, surat-pos atau-pun chatting online via internet. Kontak informasi lengkap ada di halaman depan web-site ini. |
|
Send email to
durian@juntak.com
for questions and comments regarding this web-site.
|