|
|
|
| Q: Apa pengaruh proses panjang itu terhadap kualitas durian impor dari Thailand? A: Sebenarnya di sana-sini sudah cukup banyak kami berikan penjelasan mengenai perbedaan durian Monthong impor dengan durian kami. Ada pepatah yang berbunyi, “The taste of the pudding is in the eating.” Oleh karenanya kami sarankan agar Anda membandingkan sendiri rasa durian Monthong impor dengan durian kami. Pada umumnya, orang yang sudah pernah mencicipi durian kami tidak tertarik lagi membeli durian impor. Biarpun harga durian impor sedang jatuh dan sangat murah misalnya 40 persen lebih murah dari harga durian kami, mereka tetap memilih durian kami. Bagi kebanyakan maniak durian, seperti para penggemar masakan atau restoran tertentu, kepuasan lebih penting daripada harga. Customer seperti itu pulalah yang menjadi pelanggan utama kami. Q: Bagaimana kebiasaan orang Thailand memilih durian? A: Walaupun Thailand adalah eksportir durian terbesar, namun jumlah yang diekspor sebenarnya hanyalah 15 persen dari total konsumsi mereka. Masyarakat Thailand lebih menyukai durian yang hampir matang dan belum empuk. Durian yang sudah terlanjur menjadi lembek dijadikan bahan untuk pembuatan dodol, permen, atau makanan olahan lainnya. Sedang penggemar durian kita pada umumnya lebih menyukai yang benar-benar matang dan empuk. Hal ini juga merupakan salah satu penghalang bagi kami untuk suatu saat kelak mengekspor durian ke Thailand. Q: Mengapa pembeli sebaik-nya menelpon dulu sebelum datang ke Tebet? A: Kami anjurkan demikian agar Anda tidak sampai merasa kecewa. Lebih-lebih bila diingat bahwa Jakarta merupakan salah satu kota termacet di dunia. Oleh karena durian kami semuanya jatuhan, maka kami tidak dapat menyesuaikan jumlah persediaan terhadap permintaan. Kami terpaksa mengurutkan nama pembeli dalam daftar kami, terutama di masa awal dan akhir panen, jumlah yang jatuh sedikit. Dalam situasi seperti itu, kami akan menelpon pembeli yang lebih dahulu mendaftar. Q: Apakah saya dapat memesan durian melalui web-site ini? A: Boleh saja. Namun perlu kami beritahukan bahwa web-master Durian Juntak ini berada di Amerika Serikat. Pemesanan melalui web-site ini akan diteruskan ke Jakarta melalui e-mail, yang belum tentu akan dibuka setiap hari. Kemungkinan besar pesanan Anda akan terlambat dilayani. Oleh karenanya sebaiknya hubungi langsung ke Telpon (021) 831-2416 atau Fax (021) 8370-0042. Anda juga dapat mengirim SMS ke (021) 7072-0898 atau 0813-1596-0688. Bila persediaan kami belum ada, mohon diberikan nama, dan nomor telpon Anda agar kami cantumkan dalam daftar pemesan kami. Lebih disukai nomor HP, agar lebih mudah dikontak dengan SMS. Kami akan menghubungi pemesan berdasarkan urutan pemesanan yang kami catat. Q: Apakah Durian Juntak bersedia mengantar durian pesanan? A: Pada umumnya kami bersedia mengantar pesanan, namun biaya pengantarannya menjadi beban pembeli. Kami mohon pengertian, terutama di Jakarta yang lalu lintasnya hampir di setiap area dan setiap waktu macet. Yang akan kami minta diganti hanyalah biaya transportnya, misalnya biaya naik ojek, taksi atau bajaj. Sedang biaya waktu dan tenaga orang yang mengantar tidak perlu diperhitungkan. Q: Apakah Durian Juntak melayani pembelian untuk diberikan sebagai hadiah? A: Ya. Hal seperti itu sudah sering kami lakukan, terutama permintaan dari para customer yang sudah kami yakini kredibilitasnya. Tetapi bila Anda merupakan pelanggan baru, kami minta terlebih dahulu dibayar. Kami akan mengepak duriannya dalam dus dengan penampilan yang cukup menarik dan mengantarkannya ke tujuan. Kami akan lebih berhati-hati memilih durian yang akan dikirim, karena si penerima biasanya sungkan atau rikuh melakukan claim penggantian apabila ada yang cacat, kurang baik, atau kurang enak. Kami akan berusaha sekuat mungkin agar jangan sampai orang yang Anda kirimi durian merasa kurang puas atau kecewa. Q: Bagaimana sikap Durian Juntak terhadap pembeli yang suka ingkar-janji? A: Kami berusaha menerapkan 'The customer is king' seperti kata pameo lama. Namun ada juga adagium 'Raja alim raja disembah, raja lalim raja disanggah'. Sungguh menyedihkan, anggota masyarakat kita banyak yang menyepelekan janji. Tidak jarang pembeli yang sudah berjanji akan datang tidak muncul mengambil durian pesanannya, tanpa pemberitahuan. Kami biasanya mencoba menghubungi yang bersangkutan, tetapi telponnya tidak diangkat atau hand-phone-nya sedang dimatikan. Dalam situasi seperti itu, apabila ada pembeli lain, akan kami berikan. Harap dimaklumi, produk kami termasuk perishable atau tidak dapat ditahan lama, karena mengalami proses kimiawi yang berkelanjutan. Kami akan sangat berterima kasih apabila pembeli yang berhalangan datang memberitahukannya melalui telepon kepada kami, sehingga durian yang sudah kami sisihkan sebagai pesanan dapat kami jual kepada orang lain. Kami selalu berusaha menepati janji kami sebagai perwujudan penghargaan kami kepada customer. Hidup ini bagi kami sebenarnya amat sederhana, bila ingin dihormati, hormati pulalah orang lain. Sportivitas pembeli sangat kami butuhkan agar kami juga dapat melayani pembeli lain dengan sebaik mungkin. Customer yang tidak menepati janji akan kami catat sebagai pelanggan yang mendapat prioritas rendah. Lambat laun akan dapat kami pilah-pilah siapa customer yang merupakan 'raja alim' (yang pantas disembah) atau 'raja lalim' (yang pantas dicuekin). Q: Apakah Durian Juntak juga menjual bibit durian Monthong? A: Ya. Kami menyediakannya karena desakan para customer kami yang ingin memiliki dua atau tiga pohon durian Monthong di pekarangannya. Sampai sekarang penjualan bibit durian masih merupakan bisnis sampingan saja bagi kami. Kami hanya menyediakan beberapa contoh bibit di Tebet, sehingga apabila ada yang berniat membeli lebih dari 5 pohon, mohon diberitahukan seminggu sebelumnya, agar kami punya kesempatan untuk mendatangkannya. Semua bibit yang kami jual adalah hasil okulasi (budding, yang hasilnya sama dengan cloning), sehingga buahnya kelak akan seragam, yakni Monthong. Q: Berapa harga bibit durian Monthong (FOB Tebet, Jakarta)? A: Bibit ukuran kecil Rp 30,000/pohon (Foto: umur batang bawah 1.5 – 2 tahun, tinggi 50 – 65 cm) dan bibit besar Rp 60,000/pohon (Foto: umur batang bawah 2.5 – 3 tahun, tinggi 125 – 150 cm). Harga itu adalah harga FOB di Tebet, dan sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pembelian lebih dari 10 bibit akan diberikan discount. Untuk pesanan dari luar kota Jakarta, bila jumlahnya sedikit belum dapat kami layani, pembeli harus mengusahakan sendiri pengangkutannya. Namun, bila jumlah yang dipesan cukup banyak, kami akan mencoba mencari perusahaan ekspedisi yang mau dan sudah biasa mengangkut bibit. Bagi pemesanan lebih dari 10 bibit, kami minta diberikan tanda jadi atau persekot. Persekot tersebut terutama dimaksudkan untuk biaya mengangkut kembali bibit-bibit tersebut dari Tebet ke kebun, apabila pemesan membatalkan pembeliannya. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau transfer ke rekening kami di BCA, Bank Mandiri, atau Bank BRI. Q: Bila saya membeli bibit dari Durian Juntak, apakah akan diberikan bimbingan tentang tehnik penanaman, pemeliharaan, dan pemupukan? A: Buku panduan/pemeliharaan/pemupukan singkat dapat dibaca (click sini). Informasi Durian Monthong dari IPTEK-net (click sini) Maaf. Pada dasarnya kami hanya menjual bibitnya saja. Penjualan bibit juga bukan merupakan “core business” bagi kami, hanyalah sebagai sampingan. Beberapa petunjuk umum mungkin dapat kami berikan. Namun bila sudah menyangkut “rahasia bisnis,” seperti pemupukan dan pengobatan, sangat wajar bila kami tidak bersedia mengungkapkannya. Banyak bahan bacaan dan buku-buku mengenai pemeliharaan durian tersedia di toko-buku atau perpustakaan yang juga merupakan sebagian sumber pengetahuan kami. Q: Apa saya bisa mendapatkan biji durian Monthong untuk ditanam? A: Beberapa kali kami tolak permintaan biji durian Monthong dengan memberi dua alasan. Pertama, biji durian Monthong kebanyakan kempis atau kisut sehingga tidak memiliki cukup cadangan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan awalnya. Akibatnya, jarang yang bisa tumbuh, dan kalaupun bisa tumbuh akan kerdil. Alasan kedua dan lebih penting ialah, bahwa pohon durian yang berasal dari biji Monthong tidak berhak disebut Monthong. Ada dua cara memperbanyak tumbuhan, secara generatif dan vegetatif. Yang dimaksud dengan perbanyakan generatif ialah yang berasal dari biji. Sedang perbanyakan vegetatif ialah dengan menumbuhkan bagian dari tanaman induknya, seperti cangkok, stek, okulasi, susuan atau kultur jaringan. Pada dasarnya, perbanyakan secara vegetatif ini sama dengan cloning. Bibit yang dihasilkan akan persis sama dengan pohon induknya. Itu sebabnya, sering juga disebut klon Monthong, klon Chane dan sebagainya. Sedang perbanyakan secara generatif akan menghasilkan tanaman baru yang berbeda dengan pohon induknya, karena biji tersebut sudah merupakan hasil perkawinan. Apabila misalnya ditanam 10 biji dari sebuah durian, dari 10 pohon yang tumbuh itu tidak akan ada yang berbuah sama. Pada umumnya buah yang dihasilkan oleh pohon asal biji akan bermutu lebih rendah dari buah pohon induknya, karena bijinya merupakan hasil perkawinan in-breeding (perkawinan sekeluarga) atau perkawinan dengan durian lain yang mutunya lebih jelek. Proses seperti itulah yang umumnya terjadi pada durian kampung kita, sehingga mutu durian di suatu daerah semakin lama semakin menurun. Penanaman biji, penyilangan dan pemuliaan seharusnya dilakukan oleh lembaga penelitian kita untuk menemukan klon baru yang lebih unggul ( lebih tahan terhadap hama dan penyakit, rasanya lebih enak, lebih lambat merekah dan sebagainya, seperti yang dilakukan oleh MARDI di Malaysia). Q: Bagaimana riwayat-singkat keberadaan Durian Juntak ini? A: Berkebun durian sudah menjadi obsessi Midian Simanjuntak sejak kuliah di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Orangtuanya memiliki 15 pohon durian kampung di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sejak masih kanak-kanak, dia sudah ikut menemani ayahnya menjaga 15 pohon durian selama musim panen. Bila ada durian yang jatuh, biar tengah malam atau di pagi buta, dia harus bergegas memungutnya, takut diambil oleh orang lain. Di pagi hari, akan terasa nikmat sekali baginya menyantap nasi ketan dicampur durian sebagai sarapan. Hasil penjualan durian sangat berarti bagi keadaan finansial keluarga, bahkan tidak jarang cukup untuk membiayai Midian Simanjuntak ketika kuliah di Bogor (1963 – 1969). Dari pengalaman itu dan kemudian melihat harga durian di Jakarta lebih dari 5 kali lipat dari harga penjualan ayahnya, dia yakin bahwa berkebun durian sangatlah menguntungkan. Sejak itulah timbul keinginannya untuk memiliki kebun durian yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tujuh bulan bekerja di Departemen Pertanian RI tidak memberikan harapan akan dapat mewujudkan obsessinya. Dia juga mulai menyadari bahwa bekerja di kantor, jarang berkeringat, kurang positif bagi kesehatan jasmani. Dia pindah ke BRI, yang memberikan gaji yang lebih tinggi (Oktober 1970) memungkinkan menabung untuk membeli tanah. Pada tahun 1981, ketika Midian Simanjuntak menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang BRI di Surabaya, mulailah dia membeli 5 ha tanah di Cariu dengan harga hanya Rp 5 juta. Pada masa itu, daerah Cariu masih merupakan daerah terisolasi, sehingga harga tanah amat murah. Oleh karena dia tinggal di Surabaya, maka pembukaan lahan dan penanaman durian belum dapat dilakukan. Januari 1983 dia diberangkatkan oleh BRI mengikuti program MBA di University of Oregon, Eugene (USA), dan disusul oleh magang (internship) di Irving Trust Bank (New York City) selama 6 bulan. Bulan Desember 1985 baru kembali ke Jakarta, dan mulailah persiapan pembukaan kebun durian. Uji-coba dimulai di Bekasi pada tahun 1986 di atas lahan seluas 1,2 HA. Tahun berikutnya menyusul penanaman di Cariu, sekitar 10 HA. Oleh karena Midian Simanjuntak masih terikat pada BRI dan sering dipindah, maka pengelolaan kebun diserahkan kepada orang lain, yang ternyata tidak memiliki kemauan dan kemampuan yang cukup untuk menanggulangi berbagai masalah kebun durian (khususnya jenis Monthong yang amat diminati oleh banyak hama dan penyakit). Tingkat kematian pohon durian amat tinggi, sekitar 50 persen setahun. Dari 951 bibit yang ditanam pada tahun 1987, dalam 10 tahun tinggal hanya 178 pohon. Secara reguler penyulaman terus dilakukan sehingga menguras kantong karena harga bibit pada waktu itu cukup mahal (sekitar US$15, untuk sebesar bibit yang sekarang kami jual hanya Rp 25,000). Sementara itu, perluasan areal terus berlangsung, sehingga pada saat ini telah mencapai 23 hektar. Sejak pertengahan tahun 2001, kebun Cariu mulai ditangani sendiri oleh Midian Simanjuntak. Berbagai percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik mengatasi berbagai masalah. khususnya masalah kematian pohon durian. Secara bertahap, berbagai kemajuan telah dapat kami capai, misalnya menurunkan tingkat kematian dari 50% per tahun, menjadi kurang dari 5% per tahun. Q: Apa benar durian Thailand berbuah terus-menerus tanpa musim? A: Tidak. Pada dasarnya masa berbuah semua pohon dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, tidak terkecuali durian. Iklim dan cuaca akan mempengaruhi stage tanaman; pertumbuhan vegetatif, gugur daun atau masa berbunga. Durian akan berbunga apabila daun-daunnya sudah "dewasa", mengolah dan menyimpan banyak bahan makanan. Musim berbuah durian hanyalah dua kali dalam setahun. yakni musim utama dan musim selingan. Untuk daerah di Selatan khatulistiwa, seperti pulau Jawa, musim utama adalah bulan Desember hingga Maret. Sedang musim panen selingan adalah bulan Juni hingga September. Untuk daerah di Utara khatulistiwa, berlaku kebalikannya. Memang sudah ada teknologi untuk memajukan masa berbunga durian, yakni dengan penyemprotan bahan kimia (seperti paclobutrazol) yang menghambat pertumbuhan vegetatif (growth retardant) untuk menstimulasi pertumbuhan generatif. Tetapi kami yakin akan ada efek samping negatifnya bagi pohon durian di kemudian hari. Oleh karenanya kami tidak berniat mencobanya. Pohon yang berbuah terus menerus juga kurang menguntungkan bagi kami. Apabila ada pohon yang berbuah di luar musim, akan menyulitkan bagi kami, karena setiap pohon perlu mendapat perlakuan tertentu sesuai dengan stage-nya. Perlakuan yang sama atau seragam terhadap semua pohon akan lebih efisien dan lebih efektif. Berbagai perlakuan, seperti pemupukan, pemangkasan sebelum saat berkembang, seleksi dan penjarangan buah, pengikatan buah, penjagaan hingga panen akan lebih efisien apabila terjadi serentak. Pengangkutan hasil panen juga akan menjadi boros apabila yang diangkut hanya beberapa buah saja. Q: Apa saja buah yang dihasilkan oleh kebun Durian Juntak? Apakah hanya durian? A: Tanaman utama di kebun Durian Juntak, di atas lahan 23 hektar, saat ini memang durian, sebanyak 2401 pohon. Pada tahun pertama penanaman (1987), banyak juga kami tanam lengkeng Bangkok (dalam bahasa Thailand disebut lamya dan dalam bahasa Inggris disebut longan) dan rambutan Rafiah. Tetapi karena 16 tahun belum juga berbuah, tanaman lengkeng tersebut kami ganti dengan durian, sehingga tinggal hanya 13 pohon. Pohon rambutan Rafiah yang semula ada 102 pohon juga kami ganti dengan durian sehingga yang tersisa hanyalah 36 pohon. Kami menilai bahwa memelihara lengkeng dan rambutan cukup sulit dan kurang menguntungkan. Ketika buahnya hampir siap panen tidak jarang bila dalam satu malam habis dimakan oleh kelelawar atau codot. Berbagai tanaman buah lain untuk konsumsi sendiri juga ada, seperti 2 avocado, 3 jambu air, 2 jambu biji, 4 mangga, 1 jeruk bali, 3 nangka, 1 kedondong, 1 manggis, 1 belimbing dan 1 sawo. Q: Apakah Durian Juntak menanam durian lain di luar Monthong? A: Pada dasarnya tidak. Memang ada beberapa pohon yang bukan Monthong, hanya sebagai percobaan atau karena tidak sengaja. Untuk tujuan bisnis, kami hanya mengkhususkan diri menanam durian Monthong, yang berasal dari Thailand dan berarti “bantal emas” atau golden pillow. Dari pengamatan kami di berbagai tempat di beberapa negara dan berbagai publikasi yang pernah kami baca, durian Monthong merupakan durian yang paling populer di dunia. Sebagian besar ekspor durian Thailand adalah durian Monthong. Supermarket atau toko buah di kota-kota besar Indonesia pada umumnya juga mengutamakan penjualan durian Monthong. Harga durian Monthong juga selalu lebih tinggi dibanding durian Thailand lainnya. Menanam jenis lain kami anggap akan mendatangkan kesulitan dalam pemasaran; misalnya dalam penentuan harga saja sudah sulit karena dapat terjadi kanibalisasi. Kalau harga jenis lain itu murah, durian Monthong kami jadi kurang laku. Sedang bila harganya lebih mahal, mungkin menjadi tidak laku. Q: Apa benar sebaik-nya menanam lebih dari satu klon dalam satu kebun? A: Tidak. Memang ada yang berpendapat bahwa dalam satu areal kebun yang cukup luas, sebaiknya ditanam paling tidak dua klon durian. Alasannya, agar penyerbukan lebih sempurna. Kembang durian memang tidak bisa menyerbuk sendiri (self pollination) karena tepung sari lebih cepat matang dari putik. Penyerbukan harus antara kembang yang satu dengan kembang lainnya. Dari pengamatan kami selama ini, dalam satu pohon tidak pernah semua kembang mekar bersamaan, karena munculnya kembang juga tidak bersamaan. Bahkan dalam satu rumpun kembang saja tidak mekar bersamaan. Juga tidak jarang munculnya kembang dalam satu pohon sampai tiga gelombang. Tetangga kami di Tebet pernah punya satu pohon durian dan tidak ada pohon durian lain dalam radius satu kilometer namun tetap berbuah banyak dengan bentuk yang cukup baik. Bentuk durian yang benjol adalah akibat dari penyerbukan yang kurang sempurna. Oleh karena itu anjuran untuk menanam dua atau lebih jenis durian di kebun tidak masuk akal kami. Q: Apa benar durian Thailand pendek sedang durian lokal tinggi? A: Tidak. Postur durian pada umumnya sama saja. Durian sangat membutuhkan sinar matahari yang banyak, sehingga akan selalu bertumbuh lebih tinggi dari pohon di dekatnya. Mungkin itu sebabnya dijuluki King Tree, karena tidak mau kalah pada pohon di sekitarnya. Para petani kita biasanya menanam durian bersama-sama dengan berbagai jenis pohon lain dengan jarak yang amat dekat. Durian mereka akan tumbuh meninggi seperti tiang listrik untuk 'mengejar' sinar matahari. Oleh karenanya, kita mendapat kesan bahwa durian lokal atau kampung selalu tinggi. Setelah lebih tinggi dari pohon tetangganya, barulah dia “mengembangkan sayap” seperti payung dibuka dan baru mulai berbuah. Akibatnya, usia durian kampung untuk mulai berbuah menjadi panjang, mungkin lebih dari 10 tahun. Sedang durian Thailand, yang pada umumnya ditanam secara khusus dengan jarak tanam cukup jauh, tidak perlu tumbuh meninggi untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Q: Benarkah bahwa durian Thailand lebih cepat berbuah dibanding durian lokal? A: Tidak benar. Pada umumnya usia durian akan berbuah sama saja. Yang membuat durian Thailand seolah-olah berbuah lebih cepat adalah karena bibit yang ditanam adalah hasil okulasi, yang batang bawahnya sudah berumur 2-3 tahun. Sedang durian lokal berasal dari penanaman biji. Penanaman durian Thailand di kebun pada umumnya dengan jarak tanam yang cukup jauh, 10-12 meter. Kami sendiri menggunakan jarak tanam 10 meter. Sinar matahari yang cukup membuat pohon durian itu cepat berbuah. Bila durian lokal diperlakukan sama, hasilnya juga akan sama; postur durian yang pendek dan melebar serta cepat berbuah karena tidak lagi "sibuk" mengejar sinar matahari. Bila ingin terlihat 'keren' atau fancy, biarkan cabang-cabang bawahnya rendah sehingga kelak buahnya mencapai tanah. Q: Mengapa Durian Juntak tidak-menanam durian unggul lokal? A: Memang sudah banyak sebenarnya jenis durian unggul lokal yang di-release oleh Pemerintah kita (termasuk Monthong telah di-Indonesiakan menjadi “Otong”, tetapi jarang yang mau menggunakan nama itu). Namun masih sulit untuk mendapatkan bibitnya dari tangan yang bisa dipercaya. Kesalahan membeli bibit, misalnya tertipu, berakibat sangat fatal. Bayangkan bila kita sudah memeliharanya selama 5-6 tahun, ternyata kemudian bahwa mutu buahnya lain dari yang diharapkan semula. Alasan lainnya ialah seperti kami katakan sebelumnya, sulit dalam pemasarannya bila kami menanam jenis lain. Sedang durian Monthong sudah demikian terkenal dan sudah banyak penggemarnya. Kami tinggal menyuguhkan durian Monthong yang bermutu lebih tinggi dari durian Monthong impor. Q: Apakah merawat Monthong lebih sulit dibanding merawat durian unggul lokal? A: Pada umumnya merawat atau memelihara durian Monthong lebih sulit daripada memelihara durian unggul lokal. Durian Monthong lebih rentan terhadap berbagai hama dan penyakit (dengan perkataan lain: Banyak hama dan penyakit lebih menyukai durian Monthong dibanding durian unggul lokal). Bila durian mendapat julukan King of all tropical fruit, maka di antara kultivar atau klon durian, Monthong dapat dikatakan sebagai Queen of Durian. Oleh karena sang ratu ini amat "cantik", maka sangat banyak yang meminatinya. Selain manusia, banyak jenis hama dan penyakit sangat suka menggerogotinya. Kami akan tetap mengkhususkan diri hanya menanam dan merawat Monthong, walaupun klon itu merupakan yang paling sulit dirawat. Biarlah orang lain saja yang menanam durian unggul lokal atau klon yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Kami merasa lebih tertantang bila memelihara dan merawat 'Sang Ratu' Monthong yang manja ini. Q: Apakah Durian Juntak juga beternak anjing sehingga kadang-kadang pasang iklan? A: Ya. Kami memang memelihara anjing dobermann cukup banyak, lebih dari 10 ekor, tetapi bukan untuk tujuan komersial. Tujuan utama adalah untuk menjaga kebun kami. Bila memerlukan tambahan anjing penjaga barulah anjing tersebut kami kawinkan. Dan bila ternyata anak yang lahir lebih banyak dari yang kami perlukan, barulah kami tawarkan untuk dijual, misalnya melalui iklan di koran. Q: Apa memang sering terjadi kehilangan durian di kebun? A: Ya. Kami sering kehilangan durian dalam jumlah yang cukup banyak ketika masih menggunakan orang sebagai penjaga malam. Bukan hanya kehilangan buah, bibit yang baru ditanam juga tidak luput dari pencurian. Pernah dalam satu kali awal musim tanam, hilang sebanyak 63 pohon. Dari pengamatan kami, menggunakan manusia sebagai penjaga mengandung tiga kelemahan: 1) Manusia tidak sanggup terjaga terus-menerus sepanjang malam. 2) Ada kemungkinan bahwa penjaga tersebut, bila mengambil tenaga setempat, bekerja sama dengan pencurinya, dan 3) Penjaga tersebut malah takut bila pencuri yang datang banyak, misalnya 5 atau 6 orang. Oleh karenanya, sejak tahun 2001 kami putuskan untuk memelihara anjing dobermann yang setiap saat siap-siaga “menyambut” setiap orang, terutama pencuri yang masuk ke kebun. Hasilnya jauh lebih baik dibanding penjagaan oleh manusia. Para pencuri lebih takut pada anjing dobermann daripada manusia, terutama di malam hari. Daya penciuman anjing yang luar biasa (para pakar menduga antara 100,000 hingga 200,000 kali daya penciuman manusia) membuat anjing sangat mudah mendeteksi adanya 'orang baru' yang masuk ke kebun. Dalam keadaan gelap gulita sekalipun, dari jarak 300-400 meter, anjing akan bereaksi terhadap kedatangan orang dan segera menyergahnya. Terlebih bila angin bertiup dari arah pendatang tersebut, jangkauan penciumannya akan lebih jauh lagi. Q: Mengapa memilih anjing dobermann sebagai anjing penjaga? A: Kebetulan kepala keluarga kami, Midian Simanjuntak, di tahun 70-an menonton film berjudul “The Doberman Gang I & II”. Dalam film tersebut digunakan anjing-anjing dobermann untuk merampok bank. Film itu membuat Midian Simanjuntak, yang sejak kecil sudah menjadi penyayang anjing, sangat terkesan dan ingin memelihara anjing Dobermann (orang Amerika menulis Doberman hanya satu n). Keinginan itu baru dapat diwujudkan tahun 1989 di Jakarta. Sejak itu keluarga kami menjadi pencinta doberman, dan tidak pernah lagi tertarik pada working dog lainnya, seperti German Shepherd (Herder), Bulldog, Rottweiler atau Pitbull. Ketika kepala keluarga pindah-pindah dari Jakarta ke Makassar, Semarang, Surabaya dan kembali ke Jakarta lagi, dua ekor doberman betina selalu ikut. Sebagai anjing penjaga, kami nilai dobermann adalah salah satu yang terbaik: sangat waspada (alert), gesit (speedy), pemberani (fearless), kuat, atletis, dan cerdas. Bulunya yang pendek membuat perawatannya lebih mudah, misalnya kutu atau caplak mudah terlihat. Warnanya yang hitam atau coklat gelap membuat anjing ini sulit kelihatan di malam hari, membuat pencuri lebih takut lagi. Ada anjing kami yang langsung menggigit tanpa terlebih dahulu menggonggong. Mungkin karena pernah luka disabit orang. Q: Benarkah anjing Dobermann sangat-berbahaya dan "one man dog" ? A: Ya dan tidak. Karakter anjing pada dasarnya ditentukan oleh perlakuan yang dialaminya. Bila sering mendapat perlakuan kurang baik, maka dia akan menjadi anjing yang berbahaya. Tetapi anjing yang diperlakukan dengan baik, akan berkelakuan baik juga. Bila lebih sering dikerangkeng atau dirantai, anjing akan cenderung galak dan berbahaya. Sedang yang dibebaskan akan lebih jinak dan baik. Anjing-anjing dobermann kami berkelakuan ramah kepada semua orang yang sudah dikenalnya, seperti anggota keluarga kami dan para pekerja tetap di kebun. Tetapi kepada orang yang tidak dikenal dan tidak pernah bergaul dengan anjing-anjing tersebut memang sangat galak dan sudah banyak yang merasakan gigitannya. Dari pengalaman dan pengamatan cukup lama, kami menduga bahwa anjing memiliki naluri atau instinct yang amat sensitif untuk membedakan orang yang menyukai dan membenci anjing. Kelihatannya anjing juga dapat membedakan orang yang bermaksud baik atau jahat (yang dengan sendirinya takut pada anjing orang lain walau dia sendiri penyayang anjing). Orang yang benci atau takut anjing memiliki peluang atau probability lebih tinggi digigit anjing dibanding orang yang menyukai anjing. Itulah sebabnya, kami hanya menerima calon pekerja tetap yang menyukai anjing. Pekerja yang menyukai anjing dengan sendirinya akan ditemani oleh anjing yang menyukainya ketika jaga malam dengan tidur di saung (dangau atau pondok). Q: Apakah mahal biaya pemeliharaan anjing Dobermann? A: Biaya pemeliharaan anjing dobermann memang tidak murah, tetapi kami perkirakan masih tetap lebih murah dibanding nilai durian yang hilang setiap tahun walaupun sudah dijaga oleh manusia, bila tidak ada anjing dobermann tersebut. Kami juga menjadi merasa lebih aman tinggal dan tidur di kebun yang cukup jauh dari rumah tetangga. Para pekerja kami yang juga merangkap penjaga malam, dapat tidur lelap dan tidak kekurangan tidur karena yang menjaga adalah anjing-anjing yang ikut menemani mereka di saung atau dangau di beberapa titik tertentu. Oleh karena itu, selama musim panen, para pekerja kami tetap fit untuk bekerja di siang hari. Q: Siapakah Dokter Hewan yang mengawasi kesehatan anjing-anjing tersebut? A: Drh. Gindo Simanjuntak, PhD. Jl. Lamandau III / 7, Kebayoran Baru, Jak-Sel Tel. (021) 723-7417 HP. (081) 811-6501 |
|
Kirim email kepada
durian@juntak.com bila
mempunyai pertanyaan maupun komentar mengenai web-site ini.
|