[Company Logo Image]                   



 


Video
Pengantar




Gallery Photo




Dobermann

 


VCD Juntak




ODU
KARATE



PERMAI HR


Tanya-Jawab Mengenai Durian Juntak (Part C):
 
Q:  Sudah berapa lama eksistensi Durian Juntak?
A:  Kami memang sudah cukup lama mulai mengebunkan durian Monthong, yakni sejak
     tahun 1987. Namun banyak sekali kendala yang kami hadapi, sehingga hasilnya
     sangat jauh dari yang kami harapkan semula. Manajemen kebun kami diserahkan
     kepada orang lain, yang ternyata kurang mampu untuk mengelolanya dengan baik.
     Kami sendiri memang meng-underestimate kesulitan mengelola kebun durian,
     khususnya jenis Monthong. Kami kira mudah, karena melihat durian kampung yang
     tanpa dirawat secara khusus dapat berbuah dan bertahan selama puluhan tahun.
     Ternyata penilaian kami itu salah sekali, hama dan penyakit durian rupanya banyak
     sekali. Yang sudah diidentifikasi: 61 jenis serangga, 8 jenis nematoda, 3 jenis
     bakteri dan 60 kelompok jamur. Setiap tahun banyak pohon yang mati, terutama
     oleh  Phytophthora palmivora yang bila menyerang pangkal batang dijuluki penyakit
     kanker batang. Penyakit ini  menyerang tanaman dari yang masih bibit hingga yang
     sudah tua sekalipun. Oleh karena daerah Cariu sebelumnya merupakan areal kebun
     karet, terdapat pula banyak jamur akar putih atau Rigidoporus lignosus, yang juga
     mematikan terutama bagi tanaman muda. Pendiri kebun ini sendiri, yakni Ir. Midian
     Simanjuntak, MBA, belum dapat sepenuhnya memberikan perhatian karena masih
     bekerja di BRI dan sering berpindah-pindah. Dari 951 pohon yang ditanam pada
     tahun 1987 hingga tahun 1997 yang masih hidup hanyalah 178 pohon. Hasil panen,
     yang masih sedikit, juga belum kami pasarkan, tetapi dibagi-bagikan saja kepada
     kenalan dan teman. Barulah pada tahun 1999 mulai kami jual kepada customer.
     Dan sejak itu jumlah produksi kami menanjak terus. Sejak pertengahan tahun
     2001, setelah tidak aktif lagi bekerja di bank, manajemen kebun dipegang langsung
     oleh Midian Simanjuntak. Kebetulan pada saat itu, orang yang diserahi tanggung
     jawab menjaga kebun itu juga meminta berhenti. Sejak itulah kami lakukan
     research  and development yang sangat intensif sehingga dicapai banyak perbaikan.

Q:  Bila Monthong sulit diurus, mengapa tidak beralih ke durian unggul lokal saja?
A:  Kami sendiri memang pernah “tergoda” untuk beralih pada jenis unggul lokal.
     Suatu saat di bulan Agustus 1997, Midian Simanjuntak bertemu dengan Prof.
     Ali Wardhana, mantan Menteri Keuangan di awal pemerintahan Presiden
     Soeharto di club house lapangan golf Matoa. Beliau merupakan salah satu
     pelopor pekebun durian Bangkok yang sering diberitakan oleh media massa di
     tahun 70-an. Ketika Midian Simanjuntak menanyakan durian Bangkok tersebut,
     beliau menjawab:  "It has become history. Kapok!. Pada mati semuanya. Saya
     ganti dengan durian lokal saja.” Ketika percakapan ini disampaikan oleh Midian
     Simanjuntak kepada orang yang mengurus kebun, responsnya adalah: “Ah, Pak,
     kalau nanam durian lokal, ya orang kampung juga bisa. Ngapain saya di sini?”
     Setelah memikirkan lebih mendalam dan saksama, akhirnya kami putuskan
     untuk tetap bertahan meneruskan memelihara jenis Monthong. Kami juga sadar
     bahwa produk yang mudah dibuat, seperti singkong, pasti murah. Sedang yang
     sulit dibuat pasti mahal. Dan kami memilih untuk tetap membuat produk yang sulit
     dikerjakan.

Q:  Apakah boleh mengunjungi kebun Durian Juntak?
A:  Untuk sementara ini, kami masih sangat selektif terhadap orang yang ingin
     mengunjungi kebun kami. Kebun kami belum siap menjadi tujuan agrowisata.
     Pertama, kami masih sangat sibuk melakukan berbagai percobaan dalam rangka
     research and development, sehingga sangat terbatas waktu luang kami untuk
     melayani pengunjung. Kedua, banyak tanaman kami yang masih berusia muda,
     sehingga masih sangat rentan terhadap serangan penyakit. Kedatangan pengunjung
     tidak jarang membawa bibit penyakit, misalnya menempel pada ban kendaraannya.
     Ketiga, fasilitas untuk menerima pengunjung belum tersedia. Jalan masuk ke kebun
     kami dari jalan desa, sekitar 300 meter, masih berupa tanah yang hanya dapat
     dilalui oleh kendaraan 4-wheel di musim hujan. Keempat, masih banyak ular tanah
     yang amat beracun, sehingga kami khawatir terhadap keselamatan para tamu,
     terutama anak-anak. Apabila berbagai kendala tersebut sudah tidak ada lagi, barulah
     kami bersedia menerima kunjungan publik. Hal ini sudah merupakan bagian dari
     rencana jangka menengah dan panjang kami. Namun bila Anda sungguh-sungguh
     berniat keras mengunjungi kebun kami, harap menghubungi kami terlebih dahulu.

Q:  Apa ada persyaratan tertentu agar diizinkan mengunjungi kebun Durian Juntak?
A:  Pada dasarnya tidak ada persyaratan tertentu bagi yang ingin mengunjungi kebun
     kami. Namun mereka yang berniat harus terlebih dahulu mendapat izin dari kami
     (dalam hal ini Ir. Midian Simanjuntak, MBA). Perlu kami jelaskan bahwa fasilitas bagi
     pengunjung di kebun kami sangat kurang. Maklum kami masih memfokuskan
     perhatian pada perawatan tanaman, yang sebagian besar masih kecil-kecil dan
     muda. Pengunjung yang berupa rombongan kami harapkan membawa “bekal”
     sendiri berupa makanan atau minuman. Kami  belum dapat memberikan pelayanan
     makan atau minum karena semua personil yang ada ditugaskan untuk merawat
     kebun dan mengurus anjing penjaga. Kami mengharapkan agar kunjungan
     seseorang ke kebun kami akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
     Misalnya kunjungan wartawan atau reporter akan kami sambut dengan senang hati.
     Kami juga akan menyambut gembira kedatangan investor yang berminat
     mengadakan kerja-sama, pedagang, atau orang yang ingin menyaksikan sendiri
     kebenaran berbagai informasi yang disajikan dalam web-site ini.

Q:  Apa rencana jangka-panjang Durian Juntak terhadap kebun durian di Cariu?
A:  Kebun di Cariu direncanakan akan dibuka untuk kunjungan publik atau menjadi
     objek agrowisata. Pada saat itu kami harapkan semua tanaman durian kami sudah
     dewasa. Untuk itu secara bertahap akan kami persiapkan jalan masuk yang lebih
     baik dan berbagai fasilitas yang diperlukan. Oleh karena daerah Jonggol dan Cariu
     diharapkan akan menjadi alternatif bagi Puncak yang sudah terlalu padat, ada
     kemungkinan kebun itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti cottage,
     hall dan kolam renang. Di samping persiapan yang berupa fisik, tentunya diperlukan
     juga persiapan bagi tenaga penerima tamu agar pelayanannya cukup memuaskan
     bagi pengunjung. Apabila volume produksi kami sudah semakin meningkat, maka
     kami akan mulai ekspansi ke produk turunan, seperti dodol, kue, permen, atau
     es-krim. Dengan demikian pelanggan Durian Juntak dapat menikmati produk kami
     sepanjang tahun.

Q:  Apakah boleh membeli buah-durian di lokasi kebun Cariu?
A:  Bila Anda sudah “terlanjur” datang ke kebun, dengan terpaksa akan kami layani.
     Kami sebenarnya belum ingin dan siap untuk dikunjungi karena masih sangat sibuk
     melakukan percobaan, mendidik para pekerja, dan belum memiliki tenaga yang
     dapat melayani tamu. Sistem kontrol dalam penjualan durian di kebun juga belum
     kami siapkan, sehingga hanya Midian Simanjuntak yang berwenang menjual durian
     di kebun. Apabila Midian Simanjuntak sedang tidak berada di kebun, mohon maaf,
     keinginan Anda untuk membeli durian tidak akan terkabul. Anda kemungkinan besar
     akan merasa heran dan menggerutu bila harga durian di kebun kami tetapkan lebih
     tinggi daripada harga di Tebet. Kebijakan seperti itu kami berlakukan agar Anda
     “kapok” membeli durian di kebun kami, dan terdorong membelinya ke Tebet.

Q:  Berapa hasil penjualan Durian Juntak dalam beberapa tahun terakhir ini?
A:  Sesuai dengan sifat-sifat Agri-business yang sangat-bergantung ke alam,
      hasil penjualan senantiasa naik-dan-turun secara drastis.:
        1999 ~ 2003  --  sukses
        2004 ~ 2006  --  gagal
       
     Kegagalan panen tahun 2004 disebabkan cuaca yang menyimpang dari normal
     pada tahun 2003. Pada tahun 2003, panen berakhir pada bulan April. Pada bulan
     May sudah mulai terjadi musim kemarau, sehingga tidak ada kesempatan pohon
     durian kami untuk recovery. Biasanya bulan May hingga July masih cukup curah
     hujan untuk menyegarkan kembali pohon-pohon yang tenaganya terkuras karena
     berbuah (seperti orang atau hewan yang baru melahirkan). Pada waktu itu kami
     masih sedang memperluas jaringan pengairan dan tidak menduga kemarau akan
     begitu dini datangnya. Bulan Agustus pohon durian mulai mengeluarkan kembang
     dan bulan September mulai musim hujan. Hujan mendorong tumbuhnya tunas baru
     dan daun muda yang mengalahkan buah-buah yang baru terbentuk “menyedot’
     nutrisi. Akibatnya, hampir semua buah yang sudah jadi, termasuk yang sudah
     lebih besar dari bola tennis rontok. Panen pada tahun 2005 juga termasuk panen
     yang gagal, karena 90% dari hasil panen mengalami bantat alias tidak mau matang
     sempurna, sehingga tidak dapat dijual. Panen tahun 2006 dapat dikatakan gagal
     lagi, karena dalam tahun 2005 hampir tidak ada musim kering, sehingga pohon
     'lupa' berkembang, asyik membesarkan tubuh alias pertumbuhan vegetatif.
     Kegagalan panen selama tiga tahun berturut-turut ini merupakan contoh mengapa
     agribisnis itu dinilai berisiko tinggi. Sementara biaya perawatan kebun setiap tahun

   
 semakin meningkat, karena kenaikan gaji karyawan dan kenaikan harga-harga
   
 sarana produksi. Setiap tahun minimal biaya kebun yang harus kami tanggung
   
 adalah Rp 150 juta. Tetapi ada kaidah investasi yang membuat kami tidak patah
   
 semangat, “The higher the risk, the higher the return.”

Q:  Bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam daging buah durian?
A:  Berikut ini adalah kandungan nutrisi 100 gram daging buah durian yang biasa kita
     makan (D. zibethinus) kami kutip dari buku publikasi ilmiah (Michael J Brown, Durio -
     A Bibliographic Review, 1997, hal. 37-40). Dalam publikasi itu diberikan berbagai
     angka yang berasal dari berbagai laporan penelitian. Dalam tabel berikut ini disajikan
     angka  terendah dan tertinggi. Perbedaan jenis atau klon durian, cara analisis, dan
     daerah asal durian sangat memengaruhi komponen isi daging buah (aril) durian.
 

Constituent

Per 100 g fresh ripe arils

Constituent

Per 100 g fresh ripe arils

Total ash

0.8 – 1.24 g

Calcium

5.35 – 41.5 mg

Fibre

0.9 – 4.4 g

Phosphorous

19.6 – 65.39 mg

Moisture

54.9 – 68.7 g

Magnesium

33 – 330 mg

Protein

2.0 – 2.8 g

Iron

0.38 – 1.9 mg

Carbohydrates

21.33 – 36.1 g

Cobalt

0.03 – 0.4 mg

Starch

4.0 – 11.1 g

Chlorine

4 mg

Sugar total

10.02 – 13.55 g

Sodium

0.57 – 1.0 mg

Reducing sugars

2.7 – 4.79 g

Potassium

431.3 – 601.0 mg

Sucrose

5.8 – 19.8 g

K2O

70 mg

Glucose

0.30 – 0.51 g

SO4

180 mg

Fructose

0.20 – 0.55 g

Arsenic

0.0002 – 0.0007 mg

Lipid

0.71 – 7.34 g

Copper

1.0 mg

Caloric value

124 – 188.5 cal

Manganese

0.81 mg

Beta carotene

600.5 – 1398.3 IU

Iodine

2.8 g

Vitamin A

30 – 1025 IU

Cadmium

< 1 mg

Vitamin B1

0.24 – 0.67 mg

Chromium

< 5 mg

Vitamin B2

0.07 – 0.53 mg

Nickel

< 2 mg

Niacin

0.7 – 1.37 mg

Lead

< 3 mg

Vitamin C

22.9 – 107.0 mg

Zinc

140 mg

Vitamin E

1.24 – 1.76 mg

Mercury

< 1 mg

Minerals

1.2 g

pH

6.00 – 7.04


Q:  Apakah durian mengandung alkohol yang dapat membuat mabuk?
A:  Sebagian hasil penelitian memang menemukan adanya alkohol, seperti ethanol dan
     methanol. Tetapi karena senyawa itu tidak stabil, mudah menguap dan hilang, maka
     tidak dicantumkan dalam tabel di atas. Ada sebagian orang yang  secara gegabah
     mengasosiasikan ketajaman aroma durian dengan kadar alkohol yang terdapat di
     dalamnya. Semakin sengit baunya semakin tinggi kadar  alkoholnya, katanya.
     Sampai sekarang belum ada kesepakatan mengenai penyebab aroma durian.
     Jenis, daerah tanam dan tingkat kematangan buah memengaruhi aroma durian.
     Berbagai hasil penelitian melaporkan penyebab aroma durian yang berbeda-beda.
     Cukup banyak senyawa kimia yang diduga berperan dalam aroma durian, seperti
     thioethers, esters, indoles, skatols, thiols, hydrogen sulphide, diethyldisulphide,
     hydrodisulphide, dialkyl polysulphide, ethyl esters, 1.1-diethoxyethane dan lain-lain.
     Wong dan Tie (1995) dalam penelitiannya menemukan 63 senyawa yang mudah
     menguap (volatile compounds), termasuk 30 esters, 5 ketones dan 16 senyawa
     belerang yang berperan dalam aroma buah durian. Tetapi mereka berdua tidak
     menemukan adanya senyawa ethanol, methanol, ethyl metacrylate dan berbagai
     senyawa sulphur yang dilaporkan para peneliti sebelumnya. Dari berbagai hasil
     penelitian tersebut, dapat dipastikan bahwa memakan durian tidak akan membuat
     efek mabuk seperti meminum minuman keras.

Q:  Apakah makan durian menyebabkan badan terasa panas?
A:  Tergantung banyaknya durian yang dimakan. Dalam tabel di atas terlihat bahwa
     kalori yang dihasilkan oleh daging buah durian memang cukup tinggi; 100 gram
     daging buah menghasilkan antara 124 hingga 188.5 kalori. Bandingkan dengan
     kalori yang dihasilkan oleh 100 gram buah apel (81 kal), jambu biji (49 kal), pisang
     (99 kal) dan pepaya (32 kal). Tidak heran apabila dimakan cukup banyak, misalnya
     300 gram saja, kalori yang ditimbulkannya sudah lebih dari 500 kalori. Tentu saja
     badan akan terasa panas. Makanya tidak heran bila ada orang yang menghindari
     makan durian selama bulan puasa (sebagai makanan penutup buka puasa) dengan
     alasan badan terasa panas. Namun ada juga yang mengatakan bahwa meminum
     jus durian ketika berbuka puasa sungguh nikmat. Juga menjadi tidak aneh bila
     banyak orang yang menganggap bahwa durian merupakan 'buah aphrodisiac' atau
     perangsang birahi.

Q:  Apakah durian berbahaya bagi penderita penyakit darah-tinggi dan jantung?
A:  Kami juga sering mendengar pernyataan seperti itu. Tetapi hingga sekarang kami
     belum menemukan publikasi ilmiah yang menyatakan unsur apa dalam daging buah
     durian yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Kami akan merasa
     gembira dan berterima kasih bila ada ahli yang dapat menjelaskan dan menunjuk
     bahan kimia apa dalam tabel di atas yang berbahaya bagi penderita penyakit darah
     tinggi dan kelainan jantung. Togar Napitupulu (teman sekelas Midian Simanjuntak
     di SMA-IB Pematang Siantar tahun 1959-1962) punya pengalaman tersendiri dalam
     masalah ini. Pada tahun 2000 dia menjalani operasi by-pass jantung. Dokter yang
     membedahnya melarang dia makan durian. Selama 3 tahun dia “puasa” memakan
     buah idamannya itu, sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang ahli gizi. Ahli
     gizi itu mentertawai dia dan dokter yang melarangnya  memakan durian. Dia disuruh
     memeriksakan darah sebelum dan sesudah makan durian. Ternyata memang tidak
     ada perubahan nyata yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.
     Sejak itu Togar Napitupulu kembali menikmati kelezatan durian. Sang ahli gizi
     mengatakan bahwa orang yang sedang makan durian, karena nikmatnya, pada
     umumnya sulit berhenti selama masih ada. Padahal memakan apapun, apalagi yang
     mengandung kalori tinggi, kalau terlalu banyak dapat menyebabkan stroke dan
     serangan jantung bagi mereka yang sudah tergolong penderita berat. Hal senada
     juga dikatakan oleh Dr Santoso Karo-Karo, SpJP (Spesialis Penyakit Jantung dan
     Pembuluh Darah) dari RS Harapan Kita kepada Midian Simanjuntak (19 Oktober
     2006). Dia tidak pernah melarang pasiennya memakan durian, asalkan tidak
     berlebihan atau 'tahu diri' seperti umumnya mereka yang sudah tergolong penderita
     penyakit darah tinggi atau jantung. 

Q:  Bahan-bahan apa saja yang terkandung dalam biji durian?
A:  Berikut ini adalah kandungan nutrisi 100 gram biji durian yang kami
     kutip dari publikasi ilmiah yang sama dengan di atas tadi (hal. 57):
 

Components

Per 100 g fresh seeds minus coat

Per 100 g cooked seeds minus coat

Moisture

51.5 g

51.1 g

Fat

0.4 g

0.2 – 0.23 g

Protein

2.6 g

1.5 g

Total Carbohydrates

43.6 g

46.2 g

Crude Fibre

 

0.7 – 0.71 g

Nitrogen

 

0.297 g

Ash

1.9 g

1.0 g

Calcium

17 mg

39 -88.8 mg

Phosphorous

68 mg

86.65 – 87 mg

Iron

1.0 mg

0.6 – 0.64 mg

Sodium

3 mg

 

Potassium

962 mg

 

Beta carotene

250 μg

 

Riboflavin

0.05 mg

0.05 – 0.052 mg

Thiamine

 

0.03 – 0.032 mg

Niacin

0.9 mg

0.89 – 0.9 mg

     na = not available (tidak tersedia)
 

 

Kirim email kepada durian@juntak.com bila mempunyai pertanyaan maupun komentar mengenai web-site ini.
Hak Cipta © 2011 Juntak Indonesia Corporation
Norfolk, VA   USA  (Juntak USA, Corp. -- IT dan Engineering Support)
Tebet, Jakarta-Selatan  Indonesia (Juntak Indonesia, Corp.  -- Kantor Pusat)
Tanggal Modifikasi: Tuesday, October 11, 2011