[Company Logo Image]                   



 


Video
Pengantar




Gallery Photo




Dobermann

 


VCD Juntak




ODU
KARATE



PERMAI HR


Tanya-Jawab Mengenai Durian Juntak (Part D):
 
Q:  Kapan kebun Durian Juntak dimulai?
A:  Walau lahan telah tersedia sejak tahun 1981, kami baru dapat melakukan
     penanaman di awal musim hujan tahun 1987. Pada waktu itu kami tanam sebanyak
     951 bibit durian Monthong, 364 lengkeng Bangkok, 112 rambutan Rafiah, dan
     beberapa tanaman buah lain untuk konsumsi sendiri. Manajemen kebun sehari-hari
     kami percayakan kepada orang lain yang berpengalaman berkebun cengkeh di
     Sumatera Utara, karena Midian Simanjuntak sendiri masih bekerja di Bank Rakyat
     Indonesia. Ternyata pengalaman memelihara cengkeh belum cukup untuk berhasil
     dalam memelihara durian Monthong.

Q:  Di mana letak-nya kebun Durian Juntak?
A:  Dusun Mekarsari, Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Tanjung Sari (pemekaran dari
     Kecamatan Cariu), Kabupaten Bogor, Jawa-Barat, Indonesia. Kebun kami mudah
     diakses melalui jalan raya Cibubur – Cileungsi – Jonggol – Cariu – Ciranjang/Cianjur.
     Dua ratus meter setelah batu kilometer JKT 87, ada simpang jalan desa ke kanan
     menuju ke kebun kami sejauh 2 km.  Perlu kiranya disadari bahwa km 87 itu adalah
     jarak dari stasiun kereta api Kota, Jakarta. Bila melalui jalan toll Jagorawi, dari
     interchange Cawang hingga ke pintu kebun kami hanya 60 km. Rincian jarak dari
     Cawang ke kebun adalah sbb.: Interchange Cawang ―> 13.7km ―> Exit Cibubur
     ―> 10.0km ―> Cileungsi ―> 14.1km ―> Jonggol ―> 10.4km ―> Cariu ―>
     9.8km ―> Simpang ke kebun ―> 2.0km ―> gerbang kebun Durian Juntak.


           
        Click Gambar untuk melihat peta yang besar dan jelas.

Q:  Apakah lokasi tersebut memang benar-benar cocok untuk berkebun durian?
A:  Ya. Sebelum kami membeli tanah di lokasi tersebut (1981), terlebih dahulu kami
      perhatikan apakah banyak tanaman durian di sekitarnya. Daerah Jonggol sejak
     dahulu memang sudah terkenal sebagai salah satu daerah penghasil durian. Cariu
     sendiri seringkali dianggap orang adalah bagian dari Jonggol.
Tanah yang kami pilih
     cukup subur, gembur, airasi (udara mudah masuk ke dalam tanah) dan drainasi
     (air mudah meresap) yang baik. Salah satu pertanda bahwa tanah memiliki airasi
     dan drainasi yang baik ialah adanya rayap. Rayap tidak bisa hidup di tanah yang
     airasinya buruk. Kami tidak menganggap rayap merupakan hama pengganggu dan
     perlu dibasmi, seperti pendapat sebagian orang, karena rayap tidak 'memakan'
     bagian tanaman yang masih segar. Intensitas sinar matahari juga cukup tinggi.
     Sumber air dari kali alam juga ada di kebun kami, sehingga kebutuhan air yang
     banyak bagi tanaman durian dapat kami penuhi.

Q:  Apakah lahan miring cocok bagi tanaman durian?
A:  Ya. Tanah yang benar-benar rata dan datar, sehingga aliran airnya kurang lancar
     atau menggenang justru kurang cocok bagi tanaman durian. Akar durian mudah
     busuk apabila terendam air. Bila tanahnya datar, sebaiknya dibuatkan selokan
     pembuang air. Lahan kebun kami merupakan tanah yang miring, bahkan ada yang
     sampai 45 derajat, semuanya kami tanami durian. Untuk setiap pohon dibuatkan
     piringan atau tapakan dengan diameter 5-6 meter. Tanah di sekelilingnya tidak boleh
     dipaculi, tetapi dibiarkan ditumbuhi rumput untuk mencegah erosi di musim hujan.
     Kemiringan permukaan lahan ini memang perlu mendapat perhatian. Lahan miring
     sebaiknya jangan sampai ada yang menghadap ke Barat, karena tanaman di lahan
     seperti itu terlambat mendapat sinar matahari pagi. 

Q:  Bagaimana tingkat produksi Durian Juntak sekarang (November 25, 2006)?
A:  Produksi kami saat ini (2006) masih sangat rendah. Dari seluruh pohon durian kami,
     baru sekitar 25 persen yang sudah mencapai usia produktif. Mayoritas pohon durian
     kami masih berusia muda, bahkan ada yang baru ditanam. Jumlah produksi kami
     akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah
     pohon yang mulai berbuah dan usia pohon yang semakin dewasa. Hal ini tidak lain
     disebabkan kegagalan di masa lalu, yakni tingkat mortalitas yang tinggi. Namun
     perlu disadari bahwa iklim dan cuaca sangat berpengaruh terhadap produksi. Tidak
     ada jaminan bahwa produksi akan terus meningkat walau jumlah pohon yang sudah
     dewasa terus meningkat.

Q:  Mengapa produksi begitu rendah, padahal sudah dimulai sejak tahun 1987?
A:  Pada awalnya kebun durian kami dikelola oleh orang yang belum berpengalaman
     dan kurang profesional, sehingga hasilnya jauh dari yang diharapkan. Banyak
     tanaman yang mati karena terserang penyakit  Phytophthora palmivora yang
     merupakan “musuh” utama durian. Seringkali tingkat kematian mencapai 50%.
     Dapat dikatakan bahwa 12-tahun pertama operasi kami merupakan bencana.
     Kami bermula sebagai amatir, menjumpai banyak kesulitan, dan mengenyam
     banyak kepahitan. Kami membayar sangat mahal, baik waktu dan uang, untuk
     belajar merawat durian. Sejak pertengahan tahun 2001 pengelolaan kebun
     sepenuhnya ditangani oleh Midian Simanjuntak, karena dia sudah tidak terikat lagi
     pada pekerjaan di kantor dan pada saat yang sama manajer kebun itu minta
     berhenti.  Dia mulai seakan-akan dari titik nol; membaca dan mempelajari banyak
     sekali publikasi ilmiah dan berkonsultasi dengan para dosen IPB. Sejak itu dilakukan
     berbagai perubahan, perbaikan, percobaan dan penelitian, seperti menerapkan
   
 berbagai konsepsi biological control dan Integrated Pest Management (IPM).
   
 Pohon-pohon durian semakin segar dan sehat. Bahkan beberapa pohon yang
   
 sebelumnya sudah sakit parah dan hampir mati, dapat sembuh dan menjadi sehat
   
 kembali. Tingkat kematian tanaman muda juga sudah menurun secara drastis, dari
   
 yang semula 50% menjadi kurang dari 5% per tahun. Sekarang kami sudah merasa
   
 optimis dan yakin bahwa tingkat produksi kami setiap tahun akan meningkat.

Q:  Adakah rencana perluasan dan pemekaran kebun Durian Juntak?
A:  Ya, tetapi masih secara bertahap, sesuai dengan kemampuan finansial kami.
 
    Keterbatasan tenaga ahli juga membuat kami harus hati-hati melakukan ekspansi,
     karena hanya Midian Simanjuntak sendiri yang sudah benar-benar menguasai
     pengelolaan kebun durian. Apabila salah satu saja dari tiga putra Midian Simanjuntak
   
 yang berminat menekuni usaha ini, barulah kami akan melakukan ekspansi yang
   
 lebih besar. Putra ke-dua sudah menikah dengan gadis Amerika dan akan tinggal
   
 menetap di sana.  Yang diharapkan tinggal putra pertama dan ketiga yang saat ini
   
 masih kuliah di Amerika.

Q:  Apakah Durian Juntak bersedia bekerja-sama dengan pihak lain?
A:  Setiap ajakan kerja sama akan kami pertimbangkan dengan saksama. Namun kami
   
 akan sangat berhati-hati untuk melindungi rahasia perusahaan dan intellectual
     property
kami. Oleh karenanya, dalam membuka dan memelihara kebun misalnya,
   
 partner kami tidak boleh ikut campur-tangan. Kami harap Anda tidak ragu dan
   
 segan menghubungi kami (di Tebet, Jakarta) bila ingin menjajagi kerja sama yang
   
 saling menguntungkan.

Q:  Apakah Durian Juntak bersedia melakukan franchise, dan sistem plasma?
A:  Setelah kami pertimbangkan dari berbagai segi, franchise dan sistem plasma
     (Durian Juntak sebagai perusahaan inti) tidak mungkin kami lakukan. Pertama,
     amat sulit untuk mengawasi mutu durian yang diproduksi oleh orang lain. Kedua,
     dengan melakukan franchise maupun sistem plasma, maka berbagai aspek yang
     merupakan rahasia perusahaan dan intellectual property kami menjadi terbuka
     kepada umum. Di awal penanaman tahun 1987 sudah terpikir oleh kami untuk
     membagi-bagikan bibit durian Monthong kepada para petani di sekitar kebun kami.
     Hasilnya akan kami tampung dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga yang
     biasanya diberikan oleh para pedagang durian. Namun pada saat itu jumlah bibit
     yang tersedia sangat terbatas, sehingga gagasan untuk membantu para petani itu
     tidak dapat terlaksana. Untunglah hal itu tidak jadi kami lakukan, karena ternyata
     memelihara durian Monthong amat sulit . Waktu dan kemampuan kami untuk
     membimbing mereka juga hampir tidak ada. Melakukan franchise atau sistem
     plasma dapat merusak reputasi Durian Juntak, karena mengawasi mutu durian yang
     diproduksi oleh orang lain sangat sulit. Oleh karenanya, semua perluasan kebun
     hanyalah akan dimiliki dan dikelola oleh keluarga kami sendiri. Pemekaran ke pihak
     lain hanyalah di bidang pemasaran.
 
Q:  Apakah bisnis durian menggiurkan dan berprospek cerah?
A:  Ya. Setiap tahun Indonesia mengimpor ribuan ton durian. Menurut BPS (Badan
     Pusat Statistik), volume impor durian kita dalam tahun 2004 dan 2005 adalah
     11,086,846 kg dan 11,351,425 kg. Dan hampir sepanjang tahun toko buah dan
     supermarket kita menjual durian impor. Sementara ekspor durian kita terus
     menurun, dari 14,241 kg dalam tahun 2003 menjadi hanya 2,911 kg dalam tahun
     2005. Ini berarti bahwa permintaan durian di negeri kita sendiri terus meningkat.
     Untuk menutupi sekitar 11,000 ton durian impor itu saja, diperlukan sekitar 2,200
     ha kebun durian berumur 10 tahun (dengan asumsi 1 ha akan menghasilkan 5 ton
     durian/tahun). Seorang pakar pertanian dari Australia menduga bahwa pasar durian
     dunia berkisar antara 2 hingga 3 milyar dollar AS setahun. Masalah utama yang
     dihadapi adalah banyaknya hama dan penyakit yang menjadi “musuh” durian. Bila
     masalah tersebut dapat diatasi maka berkebun durian akan sangat menguntungkan.
 
Q:  Apa kelebihan Durian Juntak dalam berbagai aspek?
A:  Masa-masa terpahit kami adalah 12 tahun pertama di mana berbagai
     kegagalan, terutama kematian pohon durian, hampir membawa malapetaka
     keuangan bagi kami. Namun kami tidak putus asa, karena kami melihat
     bahwa dari segi pasar, berkebun durian sangat menguntungkan. Setelah Ir.
     Midian Simanjuntak, MBA tidak terikat lagi pada pekerjaan rutin di kantor,
     barulah dimulai menekuni manajemen kebun kami dengan sungguh-sungguh.
     Setahap demi setahap diperoleh perbaikan dalam segala aspek sehingga
     menumbuhkan rasa percaya diri pada kami. Kami semakin optimis bahwa
     berbagai kendala sudah dapat kami atasi dengan baik. Persentasi kematian
     pohon semakin menurun dengan drastis, hasil panen sudah cukup untuk
     membiayai pemeliharaan dan perawatan kebun walaupun kapasitas produksi
     masih rendah. Jumlah customer kami juga meningkat setiap tahun. Kami
     juga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan membuka website
     di internet, sehingga sumber customer tidak lagi terlalu tergantung pada
     pemasangan iklan di media massa.

Q:  Kapan musim panen durian Durian Juntak?
A:  Masa panen umum atau raya adalah di bulan Desember hingga April. Sedang
     panen selingan atau kecil di bulan Juli hingga Oktober. Masa panen ini sangat
     dipengaruhi oleh siklus iklim dan cuaca, sehingga dapat terjadi pergeseran. Masa
     panen kami (yang berada di Selatan khatulistiwa) berseberangan dengan masa
     panen durian Thailand dan Malaysia (yang berada di Utara khatulistiwa). Keadaan
     ini membuka peluang ekspor durian ke Thailand di musim panen raya di pulau Jawa.
 
Q:  Apa, dan bagaimana cara menanggulangi hama dan penyakit durian?
A:  Buku panduan/pemeliharaan/pemupukan singkat dapat dibaca (click sini)

     Informasi Durian Monthong dari IPTEK-net (click sini)

     Maaf. Kami telah menghabiskan banyak waktu dan dana untuk menanggulangi
     berbagai serangan hama dan penyakit durian. Kami tahu beberapa pekebun
     durian sudah menyerah karena kewalahan mengatasi kematian pohon durian
     yang terus-menerus. Ada 61 jenis serangga dan 8 jenis nematoda yang sudah
     diketahui mengganggu tanaman durian. Terdapat pula 3 jenis bakteri dan 60
     kelompok jamur penyebab penyakit pada durian. Salah satu penyebab penyakit
     yang paling mematikan, baik bagi durian maupun banyak tanaman pohon lainnya,
     adalah Phytophthora. Walaupun pada awalnya berkebun durian lebih banyak
     merupakan hobby bagi kami, namun setelah merasakan pahitnya pengalaman
     kami selama 12 tahun, orientasi kami berubah menjadi bisnis murni. Kami tidak
     akan menjawab pertanyaan seputar teknis pertanian, karena itu sudah termasuk
     rahasia bisnis. Kami bukan scientists (ilmuwan) melainkan businessmen
     (pengusaha). Mau tau apa perbedaan scientist dengan businessmen? Scientists
     mendapat rezeki dengan memamerkan ilmunya, sedang businessmen berjaya
     dengan menyembunyikan pengetahuannya.

Q:  Bila saya ingin berkebun durian, apakah peluang untuk berhasil cukup besar?
A:  Pertanyaan itu amat sulit kami jawab dengan memuaskan. Kami sendiri sudah
     mengalami betapa pahitnya; 12 tahun mengeluarkan uang terus-menerus tanpa
     pemasukan (cash inflow) sama-sekali. Perlu diingat, apabila suatu kebun dibiarkan
     tidak terurus selama setahun saja, maka kebun itu akan kembali ke titik nol. Oleh
     karenanya, dari segi finansial saja Anda harus sudah siap membiayainya selama
     6-7 tahun, dengan asumsi bahwa semuanya akan berjalan baik. Sekali Anda
     masuki bisnis ini akan sulit untuk keluar tanpa pengorbanan yang besar. Investasi
     awal (di luar tanah) saja sudah cukup besar, misalnya untuk sumber air dan jaringan
     penyiraman di musim kemarau. Bagaimana dengan aspek teknis kebun? Memang
     cukup banyak buku dan bahan bacaan dalam bahasa Indonesia tersedia di toko
     buku atau perpustakaan. Tetapi dari pengalaman kami, bahan bacaan tersebut
     masih kurang memadai untuk menjamin berhasilnya suatu kebun durian. Seperti
     sudah kami katakan sebelumnya, hama dan penyakit durian amat banyak dan
     tidak mudah diberantas. Selain penguasaan teknologi dan kemampuan finansial
     yang memadai, sangat dibutuhkan kerajinan, kesabaran, keuletan dan ketekunan
     yang tinggi. Oleh karenanya, hanya orang yang memiliki rasa cinta yang tinggi
     terhadap makhluk hidup (hewan, dan tanaman) yang berpeluang sukses. Merawat
     hewan atau tanaman jauh lebih sulit dibanding merawat manusia, karena mereka
     tidak bisa mengatakan apakah mereka lapar atau sakit. Bila semua itu Anda
     miliki, silahkan mencobanya. Semoga berhasil.

Q:  Media massa apa saja yang telah meliput Durian Juntak?
A:  Di bawah ini kami berikan daftar media massa yang telah meliput Durian Juntak.
     Kami sarankan, bagi Anda yang menggunakan koneksi internet berkecepatan
     rendah, seperti dial-up 56K modem, agar lebih hemat, sebaiknya liputan yang
     hendak dibaca Anda save/simpan ke hard-drive komputer Anda dahulu, baru
     kemudian membacanya setelah terputus dari internet. Tidak seluruh liputan
     dapat kami posting di website ini dengan lengkap. Bila Anda ingin membacanya
     secara utuh dan lengkap, kami hanya dapat menyarankan Anda untuk
     mengunjungi perpustakaan di kota Anda. Mudah-mudahan lembaga
     tersebut dapat memenuhi keinginan Anda.
 
        *  Majalah Trubus, January, 2002
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1100 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  46 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  55 Kb)
                        page_3.JPG  (.JPG  69 Kb)


        *  Majalah Pengusaha, March, 2002
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  294 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 52 KB)


      *  Majalah Trubus, February, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  306 KB)
            b)  
JPG Image format (.JPG 150 KB)

      *  Koran Sinar Harapan, February 15, 2003
            a)  Edisi-Online Acrobat PDF format (.PDF 101 KB)
            b)  Edisi-Online HTML Link  ke Sinar Harapan

            x)  Edisi Cetak PDF format (.PDF 728 KB)
            y)  JPG Images format (terbagi dua-halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  104 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  80 Kb)
      

      *  Majalah Tempo, February 23, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF 330 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 170 KB)

      *  Majalah Kontan, March 10, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1263 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  178 Kb)
                       
page_2.JPG  (.JPG  149 Kb)

      *  Koran Bisnis Indonesia, March 11, 2003
            a)  Edisi-Online Acrobat PDF format (.PDF 27 KB)

      *  Majalah Gatra, April 21, 2003
            a)  TEXT -- Acrobat PDF format (.PDF 104 KB)
            b)  Complete -- Acrobat PDF format (.PDF 196 KB)

      *  Majalah Info Dana Pensiunan BRI, April, 2003
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  482 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  89 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  87 Kb)

      *  Majalah Warta-Ekonomi, May 1, 2003

      *  Majalah Prospektif, June 8, 2003

            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  675 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  92 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  83 Kb)
                        page_3.JPG  (.JPG  76 Kb)


      *  Majalah Trubus, January, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  914 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  246 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  255 Kb)

      *  Koran Surya, February 27, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1280 KB)
            b)    JPG Image format (.JPG 128 KB)
            c)    URL Link langsung ke Surya.co.id

      *  Tabloid Bibit, March 16, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1200 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 340 KB)

      *  Koran Surya, March 21, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1320 KB)
            b)   JPG Image format (.JPG 291 KB)

      *  Majalah Warta Ekonomi, June 16, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  115 KB)
            b)   URL Link langsung ke Wartaekonomi.com

      *  Majalah Investor, June 23, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  539 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  110 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  168 Kb)


      *  Buku HKTI:  Potret 14 Petani Berprestasi di
          Indonesia.  Cetakan #1.  Trubus, October, 2004

            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1042 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi delapan halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  54 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  57 Kb)

                        page_3.JPG  (.JPG  55 Kb)
                        page_4.JPG  (.JPG  65 Kb)

                        page_5.JPG  (.JPG  67 Kb)
                        page_6.JPG  (.JPG  60 Kb)

                        page_7.JPG  (.JPG  52 Kb)
                        page_8.JPG  (.JPG  63 Kb)


      *  Majalah Femina, October 28, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  508 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi dua halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  126 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  129 Kb)


      *  Tabloid Agro-Indonesia, November 2, 2004
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  1216 KB)
            b)    JPG Image format (.JPG 182 KB)
 

     *  Majalah Kontan, May 8, 2006
           a)  Edisi-Online Acrobat PDF format (.PDF 109 KB)
           b)  Edisi-Online HTML Link  ke Kontan Online

           x)  Edisi Cetak PDF format (.PDF 265 KB)
           y)  JPG Images format (terbagi dua-halaman) :
                       JPG Image format (.JPG 233 KB)


      *  Majalah Eksekutif News, December, 2006
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  433 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  217 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  193 Kb)

                        page_3.JPG  (.JPG  190 Kb)

     *  Majalah Trubus, February, 2007
            a)  Edisi-Online Acrobat PDF format (.PDF 101 KB)
            b)  Edisi-Online HTML Link  ke Majalah TRUBUS

            x)    Edisi-Cetak Acrobat PDF format (.PDF  274 KB)
            y)   JPG Images format (terbagi delapan halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  188 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  158 Kb)


     *  Majalah DUIT,  February, 2007
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  456 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  130 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  130 Kb)

                        page_3.JPG  (.JPG  150 Kb)

     *  Majalah 69++,  March, 2007
            a)    Adobe Acrobat PDF format (.PDF  386 KB)
            b)   JPG Images format (terbagi tiga halaman) :
                        page_1.JPG  (.JPG  128 Kb)
                        page_2.JPG  (.JPG  173 Kb)

                        page_3.JPG  (.JPG  178 Kb)
 

Q:  Di manakah lokasi & informasi dari server Durian Juntak?
A:   Server Durian Juntak berada di Florida, USA.
       Download Speed
       Delegation Check
       WhoIS
       Domain Dossier
       Uptime
       Ping
       NSLookup
       Whois.SC Complete Information
       Traceroute:
                Tucson (USA)
                Sprint (USA)
                MCI (USA)
                UA  (USA)
                Gridnet (USA)


Q:  Bolehkah mengajukan pertanyaan yang belum tercakup dalam Tanya-Jawab ini?
A:  Tentu. Silahkan mengontak kami melalui telpon (021-831-2416),
     fax (021-8370-0042), e-mail (durian@juntak.com), SMS text-message,
     surat-pos, atau-pun chatting online via internet. Kontak informasi-lengkap
     ada di halaman depan web-site ini (  http://www.juntak.com/  ).

 

 

Kirim email kepada durian@juntak.com bila mempunyai pertanyaan maupun komentar mengenai web-site ini.
Hak Cipta © 2011 Juntak Indonesia Corporation
Norfolk, VA   USA  (Juntak USA, Corp. -- IT dan Engineering Support)
Tebet, Jakarta-Selatan  Indonesia (Juntak Indonesia, Corp.  -- Kantor Pusat)
Tanggal Modifikasi: Tuesday, October 11, 2011